Selasa, 19 Januari 2010

materi kuliah Analisa Perencanaan Kerja diberikan kepada mahasiswa program srtudi Teknik industri, khususnya dan siapa saja yang berminat untuk mempelajari tentang analisa perencanaan kerja dan materi ini merupakan bahan perkuliahan untuk pertemuan pertama, untuk selengkapnya silahkan, klikhttp://www.scribd.com/doc/25416446/ANALISA-PERENCANAN-KERJA

Senin, 18 Januari 2010

BAHAN KULIAH TLP

bahan kuliah TLP ( tata letak pabrik ) ini diberikanpada semester 7, dan bahan kuliah ini hanya sebagian dari seluruh materi perkuliahan untuk Mata Kuliah Tata Letak Pabrik, diharapkan setelah mempelajari bahan kuliah ini mahasiswa memahami tujuan dan prinsip yang mendasari Tata Letak Pabrik dalam sebuah Industri, selengkapnya silahkan, klik

Senin, 15 Juni 2009

SATISFACTION

SATISFACTION
Bagaimana Setiap Perusahaan Hebat Mendengarkan Suara Konsumennya

Sebuah karya yang didedikasikan kepada J, David Power III, yang merupakan pendiri perusahaan J.D. Power and Associates, yang merupakan pemimpin yang penuh inspirasi dan ayah dari James Power dan Bapak bagi Chris Denove, penulis dari buku ini. Buku ini banyak memaparkan contoh-contah nyata tentang pentingnya peranan kepuasan konsumen, dan menurut saya buku ini merupakan bacaan penting bagi para pengusaha atau pelaku bisnis, agar mendapatkan inspirasi untuk memajukan perusahaan atau bisnisnya, dikupas dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.

Dalam buku ini ada tujuh belas contoh kasus seputar pelanggan, didalamnya diberikan gambaran bagaimana seharusnya melayani pelanggan. Banyak Perusahaan terus-menerus berkicau, baik dalam periklanan maupun pemasarannya, bahwa mereka adalah yang terbaik dalam hal kepuasan konsumen, namun dalam banyak kasus, klaim ini tak lebih dari sekedar ucapan kosong belak. Oleh karena itu sebagian dari misi di J.D Power Associates adalah mengukur kepuasan konsumen, disini memilki cukup pengetahuan tenyang siapa yang hanya bisa berbicara, dan siapa yang benar-benar melakukan apa yang dibicarakan.

Perkembangan teknologi telah mendorong munculnya perubahan dinamika yang berhubungan dengan konsumen, dengan bantuan teknologi banyak perusahaan besar melakukan pemahaman terhadap apa yang di inginkan konsumennya, seperti Dell, USSA dan lainnya, contoh nyata adalah Wal-Mart ( perusahaan terbesar di dunia ), orang memang akan sulit membayangkan bahwa Wall-Mart pada tahun 1990-an hanyalah merupakan peusahaan milik keluarga yang berskala kecil, tetapi dalam kiprahnya Wall-Mart sering kali lebih memahami para pelangganya ketimbang bisnis ritelnya dan mereka mengubah informasi tersebut menjadi keuntungan dengan memberikan apa yang dimaui oleh pelanggan ketika mereka menginginkanya. Kunci menuju kesuksesan jangka panjang terletak pada kepuasan konsumen. Puaskanlah kebutuhan para pelanggan dan Anda akan dapat mengenakan harga premium. Lakukanlah pekerjaan yang buruk mengenai kepuasan konsumen dan beriaplah untuk kehilangan penjualan. Semua sederhana saja.

Sebagaimana yang telah ditulis, Alvin Toffler, dalam bukunya yang berjudul Power Shift, Era informasi telah mengubah basis kekuatan secara mendalam. Konsumen bukanlah lagi penerima produk yang bersifat pasif, mereka telah menjadi sebuah kekuatan baru berkat bantuan internet dan ketersediaan informasi. Berbekal pengetahuan dan data yang terkumpul dari begitu banyak sumber yang belum pernah ada dimasa lampau para pembeli produk otomotif, pasien rumah sakit, dan tamu hotel tidak lagi bersedia kompromi. Mereka memiliki harapan-harapan yang tinggi dengan dukungan data-data tersebut. Suara konsumen saat ini jauh lebih nyaring dan jelas dari sebelumnya, dan kita harus memberikan perhatian pada mereka.

Kita sama-sama mengetahui bahwa kita semua adalah konsumen dan kita menginginkan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari : diperlakukan dengan sopan, efisiensi, empati, dan jika sedikit beruntung, mendapatkan senyum ramah yang tulus. Tugas terberat sebuah perusahaan adalah menginspirasikan keinginan untuk berubah, ini keseluruh bagian organisasi, memperoleh komitmen yang serius dan nyata dari manajemen untuk menjadikan kepuasan konsumen sebagai pondasi penting dari budaya perusahaan.

Penulis juga memilah dunia konsumen menjadi tiga kategori pertama : Advocate, dimana perusahan harus mampu menciptakan pelayanan berkualitas yang melebihi harapan konsumen dan mampu memberikan pengalaman yang berkesan, konsumen kategori ini sangat sulit untuk berpindah dalam kata lain sangat loyal dan beersedia menanggung ktidak nyamanan dalam membeli produk dan jasa, serta memppunyai kecenderungan untuk mempengaruhi orang lain dan menceriterakan pengalamannya kepada siapapun yang mau mendengarnya, kedua Apathetic, yaitu apabila perusahaan hanya memenuhi harapan dasar mereka, meskipun mereka mempunyai kecenderungan untuk loyal tetapi mereka tidak bersedia untuk menanggung ketidak nyamanan dan sangat rawan terhadap kemajuan pesaing serta akan menutup mulutnya dan cenderung akan berbicara pengalaman konsumsinya baik ataupun buruk. Ketiga Assassin, bila kita gagal memenuhi harapan dasar yang ditetapkan oleh konsumen dalam sebuah industri, sehingga mereka aktif mencari alternatif lain dan akan beralih meskipun mereka harus membayar lebih atau menanggung kesulitan atau menanggungkesulitan dalam proses peralihan menuju pesaing. Sikap mereka akan vocal dan merusak merek produk dengan membujuk orang lain untuk tidak berbisnis dengan perusahaan. Pengalaman dari Penulis menunjukan bahwa seorang assassin memiliki kemungkinan 50 % lebih besar untuk menceriterakan pengalaman buruknya dari pada seorang advocate menyebarkan pengalaman menjualnya.

Buku ini ditutup dengan Pengukuran Kecakapan VOC, dengan mengunjungi jdpower.com/VOC/test. Maka dengan mengikuti petunjuk-petunjuknya dalam waktu kurang dari lima belas menit akan dipaparkan seberapa bagus kinerja perusahaan kita.


Data Buku
JuduL :
SATISFACTION, Bagaimana Setiap Perusahaan Hebat Mendengarkan Suara Konsumennya
Penulis : Chris Denove dan James D Power IV
Alih Bahasa : Riga Ponziani
Penerbit : PT Elex Media Komputindo th 2007
EMK : 234070819
ISBN : 978-979-27-0625-3
Ukuran buku : 150 mm x 230 mm

Senin, 08 Juni 2009

BUDAYA KORPORAT DAN KEUNGGULAN KORPORASI


Korporasi bukanlah hal baru, tapi saat ini menjadi suatu isu baru seiring dengan perkembangan dunia usaha di Indonesia yang "dipakasa" untuk berubah, dengan perubahan suasana polotiok yang dinamis, sampai saat begitu banyak perusahaan-perusahaan yang beralih kepemilikan yang mendorong terjadinya denasionalisasi, yang menyebabkan runtuhnya dunia industri (deindustrialisasi ) terutama perusahan-peruasahaan yang menerapkan pemahaman padat karya yang memicu terjadinya ledakan pengangguran. Penyebab lain terjadinya deindustrialisasi adalah melemahnya daya saing sektor industri kita, berbagai solusi ditawarkan, dan ide untuk keluar dari permasalahan bayak diuji cobakan, tapi banyak pula yang belum dapat menyentuh akar permasalahan yang ada.

Dr. Djokosantoso Moeljono menawarkan solusi yang didasarkan dari hasil riset untuk membangun korporasi agar lebih baik, penulis lebih banyak menyoroti kepada hal yang lebih mendasar yaitu, budaya, karena disadari atau tidak krisis ekonomi akan berdampak sangat kuat terhadap terjadinya krisis budaya, maka kita perlu membangun budaya, bukan berarti kita tidak mempunyai budaya, tetepi budaya yang ada belum mampu untuk menghadapi kenyataan bangsa, karena itu perlu pengembangan budaya yang berbeda, yang menjadi budaya yang kuat dari bangsa yang berbeda. Membangun budaya bangsa tidak bisa dilaksanakan secara serta merta, melainkan melalui unit-unit kecil, yaitu organisasi-organisasi didalam negara-bangsa Indonesia, tidak terkecuali organisasi bisnis, pemerintahan, dan nirlabanya, mempunyai budaya organisasi yang kuat, maka secara agregat akan membentuk Indonesia sebagai suatu organisasi negara-bangsa yang kuat pula.

Budaya telah menjadi konsep penting dalam memahami masyarakat dan kelompok manuisa untuk waktu yang lama, sedang terminologi tentang budaya korporat, tampaknya tidak dapat didefinisikan secara singkat. Ada beberapa deskripsi yang menjelaskan hal itu. Budaya korporat, atau juga dikenal dengan istilah budaya kerja, merupakan nilai-nilai dominan yang disebar luaskan di dalam organisasi di dalam organisasi dan di acu sebagai filosofi kerja karyawan. Hal penting yang perlu ada dalam definisi budaya korporat adalah suatu sistem nilai-nilai yang dirasakan maknanya oleh seluruh orang dalam organisasi. Selain dipahami, seluruh jajaran meyakini sistem nilai-nilai tersebut sebagai landasan gerak organisasi. Dari sisi fungsi, budaya korporat mempunyai bbeberapa fungsi, pertama, budaya korporat mempunyai fungsi pembeda, kedua, budaya korporat membawa rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi, Ketiga, budaya korporat mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada suatu yang lebih luas dari pada kepentingan diri individual. Keempat, budaya korporat meningkatkan kemantapan sistem sosial.

Selanjutnya penulis, mengatakan sumbangan efektif dari budaya korporat dapat diuraikan sebagai berikut : Integritas, faktor integritas yang dimaksud mencakup perilaku-perilaku yang tercermin seperti bertakwa, penuh dedikasi, jujur, selalu menjaga kehormatan dan nama baik, sert taat pada kode etik yang berlaku. Profesionalisme, faktor ini sangat d9ominan pengaruhnya terhadap etos kerja serta pemberdayaan karyawan secara internal. Keteladanan merupakan faktor dengan sumbangan efektif terendah. Keteladanan hanya berpengaruh dan terasa pada ketekunan melaksanakan pekerjaan saja, yang indikatornya adalah etos kerja. Pengharagaan pada sumber daya manusia, faktor ini mencakup perilaku-perilaku yang tercermin, seperti proses merektrut, mengembangkan, dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas, sekaligus memperlakukan karyawan berdasarkan kepercayaan, keterbukaan, keadilan dan saling menghargai, memgembangkan sikap kerja sama dan kemitraa, memberikan penghargaan berdasarkan hasil kerja individu dan kelompok. Dikatakan pula oleh penulis tentang kriteria bagi budaya korporat. Kriteria pertama, adalah baik, Budaya yang baik adalah budaya yang sesuai dengan dan dikembangkan dari nilai-nilai yang ada di dalam warganya. Budaya perusahaan yang baik adalah bahwa yang dibuat adalah budaya, dan bukan peraturan perusahaan. Kriteria kedua adalah kuat, budaya perusahaan haruslah mampu menjadikan budaya perusahaan itu sendiri mampu bekerja dalam perusahaan. Budaya perusahaan adalah sistem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Kriteria ketiga, adalah apakah nilai budaya tersebut diterapkan. untuk mempercepat dan mempertahankan proses implementasi nilai budaya, penulis melihat ada lima hal yang perlu dijadika agenda, yaitu : Konsistensi, Disiplin, Dirawat atau dipelihara, Pewarisan dari generasi ke generasi, Di[perkuat oleh sistem.

Hal baru yang diuraikan oleh penulis dalam edisi ke empat ini adalah tentang Good Corporate Culture ( GCC ), dimana perusahaan yang saat ini telah menerapkan Good Corporate Governance ( CG ) pada hematnya perlu menerapkan konsep baru lainya yaitu GC. Hubungan GCC sangatlah erat. Dapat dikatakan bahwa GCG merupakan sisi tampak dari perusahaan, yang dapat dilihat dari nilai-nilai pokok yang dirumuskan Forum GCG Indonesia tentang GCG, sedang GCC merupakan sisi dalam atau sisi nilai dari pengelolaan korporasi, atau menjadi bagian hulu dari GCG dengan muatanya yang fokus pada basic values dari pengelolaan korporasi yang kemudian diturunkan melalui sistem. Jadi GCC merupakan inti dari organisasi perusahaan atau dapat pula dikatakan sebagai ruh atau jiwa dari suatu lembaga

Sebuah usulan yang di kedepankan oleh penulis kepada khalayak akademisi bahwa barangkali ada sisi lain dari perusahaan yang penting, namun kurang mendapatkan perhatian yang memadai yaitu budaya perusahaan Penulis sendiri mengakui bahwa hal itu wajar mengingat budaya ibarat bagian yang terbenam dari suatu guning es,. Gagasan untuk mengembangkan GCC bukalnlah upaya untuk mengalahkan GCG melainkan dalam konteks agar GCG dapat berjalan dengan lebih efektif dan juga agar manajemen perusahaan dapat semakin profesional, hubungan dengan lingkungan menjadi positif dan keungguln korporasi dapat dibangun dan dipetahankan. Ini adalah tantangan baru yang akan kita jawab pada masa-masa mendatang.
Data Buku
JUDUL:Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi
PENULIS: Dr. Djokosantoso MoeljPTono
PENERBIT: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 979-20-4150-8
TEBAL: 244 halaman: 140 x 210 mm.
CETAKAN: IV- 2004

Sabtu, 23 Mei 2009

PRODUKTIVITAS DENGAN EER

Menjelaskan tentang konsep produktivitas dari sudut pandang efficiency dan efectiveness, diawali lebih dahulu dengan pengertian konsep produktivitas lebih dahulu, karena membicarakan masalah produktivitas akan muncul situasi paradoksial ( bertentangan ) karena dari beberapa literatur yang pernah membahas tentang produktivitas belum ada kesepakatan umum tentang maksud dan pengertian produktivitas serta kriterianya, dalam mengukur petunjuk-petunjuk produktivitas. Dalam doktrin pada konferensi Oslo tahun 1984: tercantum definisi umum produktivitas semesta yaitu ; produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber – sumber riil yang makin sedikit. produktivitas adalah suatu pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana, aplikasi penggunaan cara yang produktivitas untuk menggunakan sumber – sumber secara efisien, dan tetap menjaga adanya kualitas yang tinggi.
Dengan demikian konsep produktivitas dari sudut pandang eficiency dan efectiveness harus mengikut sertakan pendayagunaan secara terpadu antara, sumber daya manusia dan ketrampilan, barang modal teknologi, manajemen, informasi, energi dan sumber-sumber lain menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar mutu suatu produk.
Terkait dengan permasalahan tersebut maka perlu di sampaikan bahwa penggunaan sumber daya manusia, modal dan teknologi secara ektensif telah banyak ditinggalkan orang, pola ini bergeser menuju penggunaan secara intensif dari semua sumber ekonomi Sumber ekonomi yang digerakan secara efektif memerlukan ketrampilan organisasi dan teknis sehingga mempunyai tingkat hasil guna yang tinggi, Artinya hasil yang diperoleh seimbang dengan masukan yang diolah. Melalui perbaikan cara kerja, pemborosan waktu, tenaga dan bebagai input lainnya akan bisa dikurangi sejauh mungkin. Hasilnya tentu akan lebih baik dan banyak yang bisa dihemat, sehingga tenaga dapat dikerahkan secara efektif dan pencapaian tujuan usaha bisa terselenggara dengan efektif dan efisien.
Sehingga dengan demikian dapat digambarkan bahwa produktivita dari sudut pandang eficiency merupakan sejumlah keluaran ( output ) dibagi dengan sejumlah masukan ( input ), hal ini akan timpang apabila tidak didasari dari sudut pandang efectivenees yang menyoal tentang cara atau metode dalam mengahasilkan keluar atau pengertian ini dapat diperluas bahwa produktivitas tidak hanya didasarkan pada hal-hal yang bersifat tangible saja tapi juga harus mempertimbangkan hal-hal yang bersifat intangible debgan demikian rasional sebagai salah satu faktor intangible merupakan faktor muatan produktivitas yang tidak boleh ditinggalkan.
Kesimpulan, konsep produktivitas tidak hanya dipandang eficiency dan efektivenees tapi harus memakai formula EER yaitu Efficiency, Effektivenees dan Rasional,

Rabu, 20 Mei 2009

NASEHAT MBAH SUCIPTO...2

Malam Jum.at Legi, menurut penanggalan jawa di sasi suro, hujan gerimis tiada henti sejak saat menginjak magrib, saya berjalan seiring dengan mbah Cip, pulang dari langgar selesai mengikuti itstighotsah dan pengajian rutin jum'at legian, desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kota Kediri, sampai diteras disambut suara kodok yang menyanyi sambung menyambung dengan suara tonggeret, menambah mirisnya hati dimalam ini.

'Ngantuk le' suara mbah Cip memecah kebekuan diantara kami, ' mboten mbah' jawaban terlontar dari bibir saya, yang sebenarnya bertolak belakang dari hati dan fisik saya yang sudah lelah, karena seharian mengerjakan tugas kantor yang menumpuk, tapi sebagai orang yang di didik dilingkungan aturan jawa, kadang ajaran jujur yang telah ditanamkan terpaksa harus dilanggar, hanya dikarenakan rasa sungkan dengan adanya unggah ungguh dalam hubungan antara wong sepuh dengan wong enom, dimana ada aturan dikeluarga kami ojo' sok mbantah wong tuwo sebagai orang muda saya hanya bisa berharap Mbah Cip lebih waskita melihat kondisi saya

"Yen ngantuk nggaweo kopi kono lho, mengko nek arep turu tak pijeti dhisik" lha..lha... betul kan! ternyata mbah Cip lebih waskita melihat kondisi saya, dengan semangat saya pergi ke dapur untuk membuat kopi, sedang Mbah masuk kamar, pasti ganti baju dengan seragam rumah, kaos oblong tipis cap swan dan sarung, saya sendiri heran kondisi cuaca apapun panas atau dingin pakaian beliau pasti ya... tetap itu, kelihatannya beliau tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca.

Kopi panas tersaji, duduk berdua bersila diatas amben bambu, Mbah Cip mengawali prosesi jagongan malam ini dengan mencicipi kopi buatanku, "Alhamdullillah.. enak tenan kopine le, seperti ceramahe pak ustad tadi, sungguh mudah dicerna dan menghangatkan sanubari, mestine ceramah agama iku kudune yo ngono, wong ibadah iku ra' usah didendeni lan ora usah di iming-imingi pahala, ibadah iku kudune yo sarwa iklas lahir batin, Gusti Allah ora sare.....'"

Dalam hati saya coba merespon yang disampaikan mbah Cip, begitu sederhana ulasan beliau, tetapi mengandung makna yang luas, banyak orang yang datang ke pengajian dengan tujuan yang paling mendalam yaitu mencari pencerahan hidup, dan yang datang khususnya masyarakat pedesaan yang mempunyai kapasitas pengetahuan yang heterogen, maka pada posisi seperti ini sang ustad seharusnya tidak 'gebyah uyah' menyampaikan ceramahnya, karena kadang saya masih menemui sang ustad yang ceramahnya 'ngarab bles' artinya ceramahnya 80% memakai bahasa arab, bukan berarti saya bersikap dikotomis, tetapi saya hanya merasakan fakta yang ada bahwa kalau itu terjadi banyak peserta yang 'manggut-manggut' tapi tidak mengerti apa-apa... entah kenapa dia 'manggut-manggut'
"kok nglamun le..." suara mbah Cip, membangunkan saya yang tenggelam dalam pemikiran sendiri, ':mboten mbah.. saya sedang "nggulawentah ngendikan njenengan"
"ya... namanya orang hidup itu ya seperti itu, berpikir, berpikir dan berpikir, selama perut masih butuh makan pikiran juga butuh makan, mangkane yen weteng di isi sembarangan wetenge yo mesti loro, pikiran yo ngono le... yen di isi sembarangan yo..iso loro malah..malah iso gendheng..he...he..he"
"Tapi mbah perut pada saat tertentu kan harus puasa, apakah pikiran juga harus puasa ? lha kalau pikiran kosong......itu kan namanya 'ngengleng', alias genheng to..mbah'" saya agak sedikt membantah, senyum mbah cip semakin melebar mendengar pertanyaan saya.
"wah.. pancen pinter tenan kowe le...., yen pikiran kosong blong yo bener kandamu, tapi sing tak maksud kosong iku ra mikir babagan ndonya tapi mikiro babagan akherat, begitu juga kalau perut kosong blong yo.. dadine loro, wong poso iku kan ada batasnya, kamu ingat tidak waktu kecil sering nembang lagu sluku-sluku bathok ?" mbah cip balik bertanya. "itu kan lagu dolanan mbah" jawabku
"Begini....le" mbah Cip mulai agak serius, 'tembang Sluku-sluku bathok itu bukan sembarangan lagu....rungokno iki tak wedhar piwulang sing dikandhut saka tembang kuwi, sepisan Sluku-sluku Bathok, Bathoke ela-elo sluku itu artinya duduk posisi istirahat, bathok iku kepala sing biso diartikan otak utowo pikiran, ela-elo utowo gela-gelo artinya kepala bergerak kiri-kanan"
"Orang muda sekarang bilang gedhek, sehabis minum pil koplo itu ya...mbah" aku menyela penjelasan mbah Cip.

'"woooo...ngawur kowe le..!, wis tak teruske maneh.. Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo itu mengandung arti pada saat tertentu manusia harus berhenti memikirkan tentang duniawi, istirahatkan pemikiran kita dari ruwetnya kehidupan sehari-hari nah.... pada saat istirahat itulah kita berusaha berpikir tentang Allah SWT dengan jalan berdzikir dengan mengingat segala kekuasaan Gusti Alloh, yang telah memberikan Rahmat, Barokah dan Hidayahnya kepada kita semua, mensyukuri segala karunianya. Si Romo menyang Solo, ngerti kowe le... artine ukoro iki ?"

'"Ngerti Mbah...Bapak pergi ke kota Solo... " dengan cepat saya menjawab pertanyaan mbah Cip

"Walah..walah.. Solokothok dengkulmu.., jangan diartikan sesederhana itu le... kalimat itu mengandung arti lebih dalam lagi, kalimat sebenarnya adalah sirama menyang Solo, artinya mandilah atau berwudhulah untuk kalimat sirama dari kata siram utowo adus, lalu untuk kalimat menyang solo, merupakan pengganti kalimat menyang sholat artinya berangkatlah sholat, dirikan sholat, dan sholat bukanlah sekedar kewajiban tapi sudah merupakan kebutuhan dari manusia yang merasa dirinya Islam. Bait berikutnya adalah Oleh-olehe payung mutho, iki... le kuncine wong urip, yen wis nglakoni sholat oleh opo? yo...dapat payung mutho, sing dadi perlambang kalau kita akan mendapatkan perlindungan dari Gusti Alloh, lha.. paribasan kalau Gusti Alloh sudah melindungi kita, maka tidak ada yang perlu ditakuti dalam mengarungi kehidupan, tapi juga jangan sembrono kita harus tetap lurus dijalanNya. karena apa yang terjadi nanti kita tidak tahu termasuk kapan kita 'dipanggil, hal ini digambarkan dengan kalimat selanjutnya yaitu mak Jenthit lho..lho..bah, kematian datang nya secara tiba-tiba tidak bisa direncakan, karena ini merupakan kekuasaan Gusti Alloh, maka dalam hidup kita harus benar-benar menyiapkan diri. Sebab kalau sudah mati kita ...sudah ndak bisa opo-opo, yang lalu tinggalah kenangan, untuk pengalaman buruk, menyesalpun tiada guna ! karena tidak ceriteranya orang mati bisa hidup lagi.....tangeh lamun... le...!"
Sayapun manggut- manggut meresapi apa yang dikatakan mbah Cip, beliaupun berhenti sejenak sambil menyeruput kopi kemudian menyalakan lagi sebatang rokok, saya pun sambil mengambil sebatang rokok, menyampaikan kepada pendapat kepada beliau "pitutur yang terakhir tadi di gambarkan pada kalimat wong mati ora obah...... yen obah medeni bocah....begitu ya.. mbah"
Mbah Cip tersenyum" lha...kuwi ...ya wis pinter ngono le... awakmu..betul itu, kalau selanjutnya kira-kira apa artinya...le...coba terangno!"
"Nggih...Nyuwun sewu sak derenge mbah....kalau kalimat berikutnya, yen urip goleko dhuwit, mengandung makna selama kita masih hidup kita harus bekerja, karena bekerja untuk mencukupi keluarga dan diri sendiri, termasuk sebagaian dari ibadah, ini sama dengan yang disampaikan pak ustad di pengajian tadi, saat kita bekerja, bekerjalah seakan kita hidup seribu tahun, tapi pada saat ibadah maka beribadahlah seakan kita besok akan dipanggil oleh Allah SWT, jadi kalau tidak salah mbah....menurut saya dalam hidup ini harus ada keseimbangan antara bekerja dengan ibadah dan keduanya merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan agar hidup kita tenteram, pernah saya membaca buku lama tentang olah kejawen yang membahas prisip hidup yang bernuansa jawa, dijelaskan dalam buku tersebut bahwa dalam hidup ini kita harus punya prinsip, Tatag, Teteg, Tutug, Tatag artinya, dalam hidup ini kita harus mempunyai kesiapan mental spiritual, karena dalam hidup kita tidak bisa lepas dari 'masalah' sehingga kemampuan kita menghadapi masalah, merupakan bentuk ketegaran diri, agar kita tidak gampang goyah atau terjatuh karena masalah tersebut, sedang Teteg, dapat dijabarkan sebagai bentuk keyakinan bahwa Alloh pasti melindungi kita seperti tembang sluku-sluku bathok yang diuraikan mbah Cip tadi...dan kita juga harus yakin bahwa segala usaha kita yang diridhoi Allah pasti mempunyai manfaat bagi orang lain, minimal terhadap diri sendiri, dan yang terakhir adalah, Tutug, mempunyai pengertian akhirnya kita sampai pada tujua, dengan penjabaran bahwa kita harus yakin tentang itu dan selalu fokus terhadap sesuatu yang ingin kita capai yaitu tentang kebenaran hidup....sekali lagi nyuwun sewu..mbah dan nyuwun duko kalau uraian saya....agak ngawur !
"Alhamdulillah.....wah..wah..wis pinter..pancen dasare guru, ditanya sedikit saja jawabannya panjang lebar...ora salah yang kamu jelaskan tadi, sing penting iso opo ora kowe nglakoni sing di omongke kuwi....he...he...he....he..." mbah Cip terkekeh-kekeh setelah mendengarkan omongan saya tadi.
Tiba-tiba terdengar suara sapi dikandang belakang rumah melenguh-lenguh, memecahkan kesunyian malam, "Wah.. Sapine ngelak...le...Wis kentekan banyu kiro-kiro, sudah kamu istirahat dulu, mbah Cip ke kandang dulu memberi minum sapinya"
"Nggih mbah ngestokaken dawuh...sak sampunipun ngringkesi gelas kopi, kulo bade istirahat rumiyin"
Mbah Cip Bangkit menuju kandang sapi, sayapun bernajak memberesi gelas kopi dan menaruhnya di dapur dan langsung menuju kamar tidur.... istirahat, lupa sudah harapan untuk dipjat mbah Cip karena mata ini rasanya sudah berat sekali ......................................

Rabu, 06 Mei 2009

IMAGE & INOVASI DALAM PERSAINGAN BISNIS

Persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, seiiring dengan pola keinginan konsumen terhadap produk semakin selektif, hal ini membawa dampak bagi para pelaku usaha untuk lebih kreatif untuk mengantisipasi tantangan yang muncul di masa krisis. Kreatif bermakna memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan;

Dengan demikian, apapun yang terjadi dalam dunia usaha, para pelaku harus mempunyai alternatif sebagai jalan keluar dari tekanan persaingan, dan diharapkan alternatif tidak satu karena kompetitor akan mempunyai pemikiran yang sama untuk mencari alternatif, Hal yang sangat penting dalam membuat alternatif adalah mendasarkan pada permasalahan pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Pelaku usaha dalam menjalankan usahanya yang hanya memasarkan produk secara maksimal saja tidaklah cukup untuk mencapai tujuan usaha, dan justru hal ini akan mengakibatkan kekalahan dalam persaingan.

Image merupakan hal penting dalam proses penjualan produk. Image menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Departemen Pendidikan Nasional RI ) adalah Citra/grafik/gambar, suatu representasi keadaan visual sedangakan makna citra adalah rupa; gambar; atau gambaran; yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk. Dengan demikian konumen dalam membeli produk, akan sangat tergantung pada "pandanganpertama" tentang produk tersebut, hal ini dapat digambarkan untuk suatu produk yang sama tetapi dengan kemasan yang berbeda akan membawa dampak terhadap tingkat penjualan contoh tentang hal ini, ada suatu produk dari perusahaan yang sama produk tersebut dikemas biasa dengan alasan untuk konsumen kelas menengah kebawah dengan harga yang standar, tetapi sebagian dikemas dengan eksklusif dan mewah dengan sasaran untuk kelas menengah keatas ( eksekutif ) dan tentunya dengan harga yang klebih mahal, maka muncul efek tingkat penjualan untuk produk yang terakhir tersebut lebih tinggi, karena ada image bahwa mengkonsumsi produk tersebut maka konsumen akan merasa "wah" dalam arti dianggap sebagai manusia kelas "atas" ( eksekutif ).

Tidak kalah penting dengan image untuk meningkatkan tingkat penjualan produk maka kualitas perlu mendapatkan perhatian juga. Dalam meningkatkan kualitas perlu dimotivasi dengan ide dan semangat inovasi, Pengertian inovasi sangat luas tergantung sudut pandang yang digunakan. inovasi dapat diartikan 1 pemasukan atau pengenalan hal-hal yg baru; pembaharuan: ; 2 penemuan baru yg berbeda dr yg sudah ada atau yg sudah dikenal sebelumnya. Inovasi menurut uu no 18 2002 adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tg telah ada ke dalam produk atau proses produksi
Maka dapat dikatakan dalam memenangkan suatu persaingan, maka pelaku bisnis tidak boleh berhenti berpikir, berpikir dan berpikir dalam menemukan ide untuk melahirkan suatu inovasi dan memunculkan suatu produk yang lain dari pada yang lain dan ini harus diputuskan dengan langkah yang berani bahwa produk kita selalu beda dari produk lain dengan catatan kualitas produk harus terjamin sesuai dengan yang dikatakan dan pemasaran produk harus diatur dengan strategi yang baik, termasuk didalamnya masalah promosi ..................sebuah saran tentang promosi buatlah masyarakat atau konsumen selalu "penasaran" dengan produk kita ?
semoga sukses..........................