<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498</id><updated>2012-01-20T07:59:23.009-08:00</updated><category term='ajaran jawa'/><category term='REBUNG/RESENSI BUKU UNGGULAN'/><category term='produktivitas'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>..</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-4437520581192733075</id><published>2011-09-25T19:55:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T09:16:05.270-07:00</updated><title type='text'>SISTEM PRODUKSI</title><content type='html'>mata kuliah sistem produksi, merupakan mata kuliah inti yang ada di program studi Teknik Industri dan merupakan mata kuliah pendukung di program studi desain produk, paparan berikut merupakan materi mata kuliah tersebut dan merupakan bahan untuk perkuliahan pertama,&lt;a href="http://dc340.4shared.com/download/YBTFqhAO/MATERI_KULIAH_1.ppt?tsid=20110926-023718-31a8ee3"&gt; baca selegkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-4437520581192733075?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4437520581192733075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4437520581192733075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2011/09/mata-kiliah.html' title='SISTEM PRODUKSI'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-1991360238973605140</id><published>2010-02-08T21:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T22:19:46.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;PERMODELAN PROSES OPERASI SCANNING DOCUMENT&lt;br /&gt;UNTUK OPTIMALISASI SISTEM KERJA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Oleh : Rusdiyantoro &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;I. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam era globalisasi kemajuan dalam bidang usaha menuntut dukungan teknologi merupakan hal yang tak terhindarkan. Saat ini terjadi suatu fenomena yang memungkinkan perluasan bisnis atau usaha yang berakibat semakin besar kebutuhan sarana prasarana, termasuk didalamnya kebutuhan akan bangunan atau lahan untuk perkantoran, tetapi disisi lain dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat, ketersedian lahan semakin langka dan mahal. Hal ini memunculkan pemikiran tersendiri apalagi ditambah dengan berkembangnya bisnis maka akan semakin meningkatnya problema yang dihadapi oleh pelaku bisnis&lt;br /&gt;Saat ini dengan ketersediaan lahan yang terbatas dan semakin luasnya bidang usaha maka masalah pengelolaan dokumen akan menghadapi kendala, dari segi kuantitas akan dibutuhkan sarana yang lebih banyak, dari sisi kualitas maka dapat dilihat jenis data/dokumen semakin beragam mulai dari ukuran, media maupun metodenya.&lt;br /&gt;Kelemahan lain yang muncul dengan semakin meningkatnya dokumen dari sisi kuantitas maupun kualitas adalah semakin mahal dan resiko semakin tinggi belum lagi factor pencarian ulang data / dokumen yang dibutuhkan, hal ini akan semakin parah apabila lembaga usaha/bisnis tersebut belum berbasis IT&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436113080379707106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 296px; CURSOR: hand; HEIGHT: 199px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D0C3rjDuI/AAAAAAAAAFY/nVn-qJTJ8yU/s320/Untitled-1.jpg" border="0" /&gt;Secara detail kelemahan pengelolaan dokumen secara konvensional dapat diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Jumlah arsip yang terus bertambah&lt;br /&gt;2. Ukuran arsip drawing rata-rata diatas A3 sehingga membutuhkan tempat khusus untuk menyimpan&lt;br /&gt;3. Arsip blueprint yang mudah rusak&lt;br /&gt;4. Sulitnya mencari data&lt;br /&gt;Untuk mengatasi permasalahan tersebut ditawarkan jasa pengelolaan dokumen digital dengan system Technical Document Scanning to PDF yang mengubah data konvensional menjadi data digital.&lt;br /&gt;Technical Document Scanning to PDF akan diaplikan di salah satu lembaga di daerah Pandaan dengan yang harus diselesaikan dalam waktu 90 hari dan harus dikerjakan ditempat karena jenis dokumen bersifat rahasia ( tidak boleh keluar dari lembaga tersebut )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Permasalahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Agar pembuatan system permodelan terarah dan focus maka pada makalah ini diajukan permasalahan untuk mendapatkan solusi, yaitu Bagaimana memperbaiki alur / system kerja agar lebih efisien dan efektif ? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D8hAEz2LI/AAAAAAAAAGY/JpRPUZbJ53o/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436122394122246322" style="WIDTH: 328px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D8hAEz2LI/AAAAAAAAAGY/JpRPUZbJ53o/s200/Untitled-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Batasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari pembahasan yang meluas atau bias dan sesuai dengan perjanjian kontrak kerja yang telah disetujui maka ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Jumlah dokumen yang di scanning 1.050.000 halaman dengan format akhir PDF, 300 dpi, BW / grayscale &amp;amp; text recognition&lt;br /&gt;2. Waktu pekerjaan sesuai perjanjian kontrak harus selesai dalam waktu 90 hari&lt;br /&gt;3. Pekerjaan scanning hanya dikerjakan ditempat klien karena dokumen itu tidak keluar dari kantor (rahasia)&lt;br /&gt;4. Data digital boleh keluar dengan perjanjian, data tersebut hanya dipakai untuk pengerjaan proyek dan harus dihapus pada saat proyek berakhir.&lt;br /&gt;5. Pekerjaa ditempat (on site) hanya dilakukan pada jam kerja&lt;br /&gt;6. 5 hari kerja, pk 7.00 – 16.00&lt;br /&gt;7. Tidak diperkenankan lembur, karena mereka tidak menyediakan pengawas diluar jam kantor&lt;br /&gt;8. Pada jam istirahat diharuskan istirahat selama 1 jam (12.00 – 13.00)&lt;br /&gt;IV. Tujuan&lt;br /&gt;Dalam pembuatan makalah ini mempunyai tujuan: Meningkatkan dengan meminimalkan biaya yang terjadi, tanpa mengorbankan target waktu yang telah ditetapkan, dengan perbaikan sistem kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V. Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam pembahasan ini didasarkan permasalahan yang telah diajukan berdasarkan teori atau konsep dasar system untuk mendapatkan solusi yang paling baik dalam pengerjaan proyek Technical Document Scanning to PDF di suatu lembaga di daerah Pandaan&lt;br /&gt;Solusi yang ingin didapatkan adalah perbaikan system kerja yang selama ini dilaksanakan sehingga akan diperoleh system kerja yang lebih baik yang akhirnya diharapkan dapat meningkatkan profit &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D2BxJ3EQI/AAAAAAAAAFo/FWixfRwztp4/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436115260471185666" style="WIDTH: 368px; CURSOR: hand; HEIGHT: 175px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D2BxJ3EQI/AAAAAAAAAFo/FWixfRwztp4/s200/Untitled-3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI. Pembuatan model&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat apakah system yang baru ini benar benar efektif dan efisien maka akan dibuta permodelan sistemnya, karena dengan pendekatan konsep dasar system merupakan pendekatan yang menekankan dua pendekatan yaitu pendekatan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya, dimana difinisi system lebih menekankan pada prosedur yaitusuatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedang Definisi sistem lebih menekankan pada konponen/elemen adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI.1 Komponen system&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam makalah ini komponen system dibagi menjadi 4 yaitu&lt;br /&gt;1. Komponen yang berpengaruh terhadap profit&lt;br /&gt;2. Komponen yang berpengaruh terhadap Akomodasi&lt;br /&gt;3. Komponen yang berpengaruh terhadap Tenaga Kerja&lt;br /&gt;4. Komponen yang berpengaruh terhadap Peralatan&lt;br /&gt;Komponen Profit ( A )&lt;br /&gt;1. Pendapatan ( B )&lt;br /&gt;2. Pengeluaran ( C )&lt;br /&gt;Komponen Akomodasi ( D )&lt;br /&gt;1. Biaya makan ( G )&lt;br /&gt;2. Biaya penginapan ( H )&lt;br /&gt;Komponen Tenaga Kerja ( E )&lt;br /&gt;1. Tenaga kerja lapangan ( I )&lt;br /&gt;2. Tenaga kerja kantor ( J )&lt;br /&gt;3. Administrasi / cheking ( K )&lt;br /&gt;Komponen Peralatan ( F )&lt;br /&gt;1. Komputer ( L )&lt;br /&gt;2. Document Scanner ( M )&lt;br /&gt;3. Spare part ( N )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI.2 Diagram Influence&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D3nvoh7QI/AAAAAAAAAFw/DZuf1qvQaTg/s1600-h/Untitled-4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436117012409609474" style="WIDTH: 464px; CURSOR: hand; HEIGHT: 254px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D3nvoh7QI/AAAAAAAAAFw/DZuf1qvQaTg/s200/Untitled-4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI.2 Sistem kerja lama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam system kerja model lama dapat digambarkan sebagai berikut, peralatan untuk Scanning Dokumen (text recognition diaktifkan), sehingga membutuhkan 5 unit (kecepatan 12 ppm) dan pengerjaan harus ditempat proyek dilaksakan ( on site ) dan membutuhkan 5 orang pekerja dan 5 orang pembantu, secara detail perhitungan sistem kerja dapat diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D4PMKFOyI/AAAAAAAAAF4/6YLLp33KUEE/s1600-h/Untitled-5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436117690081426210" style="WIDTH: 262px; CURSOR: hand; HEIGHT: 225px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D4PMKFOyI/AAAAAAAAAF4/6YLLp33KUEE/s200/Untitled-5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari detail perhitungan sistem kerja tersebut maka akan dijelaskan alur kerja dengan diagram alir sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D41ggx1VI/AAAAAAAAAGA/mjUt1xEoWVM/s1600-h/Untitled-6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436118348380362066" style="WIDTH: 410px; CURSOR: hand; HEIGHT: 384px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D41ggx1VI/AAAAAAAAAGA/mjUt1xEoWVM/s200/Untitled-6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;V.2. Sistem Kerja yang baru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam system kerja yang baru dilakukan perbaikan dalam beberapa system. Diantaranya salah satunya adalah pengurangan peralatan scanning document, di on site yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja, tetapi berimbas pada penambahan sarana text recognition di inside yang justru akan menyebabkan kerja akan semakin efisien karena hanya membutuhkan satu monitor, keyboard dan mouse untuk 5 cpu dan hanya membutuhkan 2 tenaga kerja, hal ini perbandingannya sangat jauh dengan system kerja lama, secara detail perhitungan sistem kerja dapat diuraikan sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D5ubcTXsI/AAAAAAAAAGI/VuuW4n45NG4/s1600-h/Untitled-7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436119326271954626" style="WIDTH: 318px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D5ubcTXsI/AAAAAAAAAGI/VuuW4n45NG4/s200/Untitled-7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari detail perhitungan sistem kerja tersebut maka akan dijelaskan alur kerja dengan diagram alir sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D7JCwh2dI/AAAAAAAAAGQ/nkKfa6j4t2A/s1600-h/Untitled-8jpg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436120883013999058" style="WIDTH: 476px; CURSOR: hand; HEIGHT: 392px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D7JCwh2dI/AAAAAAAAAGQ/nkKfa6j4t2A/s200/Untitled-8jpg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI.3 Model Matematika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam model matematia ini akan di formulasikan untuk menjelasakan diagram influence, sebagai berikut :&lt;br /&gt;C = A – B&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;C adalah : profit yang didapat&lt;br /&gt;A adalah : pembayaran kontrak kerja yang telah disetujui&lt;br /&gt;B = F + J + N&lt;br /&gt;B adalah : biaya pengeluaran selama proses berlangsung&lt;br /&gt;F adalah : Akomodasi untuk proses operasi di onsite yang terdiri dari biaya makan ( D ) dan penginapan para pekerja ( E ) sehingga&lt;br /&gt;F = D + E&lt;br /&gt;J adalah : Tenaga kerja keseluruhan dalam proses operasi kerja yang terdiri dari tenaga lapangan /onsite ( G ), tenaga kantor / inside ( H ) dan tenaga administrasi ( I ), sehingga dengan demikian&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;J = G + H + I&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;N adalah : Peralatan yang merupakan saran dalam prose operasi kerja yang terdiri dari Komputer ( K ), Document Scanner ( L ) dan Spare part ( M ) sehingga dengan demikian N dapat dihitung dengan formula&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;N = K + L + M&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VII. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari uraian yang telah dijelaskan maka secara aplikatif dapat disimpulkan sebagai berikut&lt;br /&gt;1. Dari sistem lama kebutuhan biaya tenaga kerja keseluruhan Rp.147.400.000,- kemudian kebutuhan biaya sarana dan kebutuhan lain Rp.332.450.000,- dan total pengeluaran yang terjadi sebesar Rp.479.850.000,-&lt;br /&gt;2. Dari sistem baru kebutuhan biaya tenaga kerja keseluruhan Rp.122.500.000,- kemudian kebutuhan biaya sarana dan kebutuhan lain Rp.242.450.000,-, dan total pengeluaran yang terjadi sebesar Rp.364.950.000,-&lt;br /&gt;Dari kedua perbandingan sistem kerja tersebut, maka sistem yang baru lebih sedikit pengeluarannya dengan selisih Rp.114.900.000,-&lt;br /&gt;Dari sistem tersebut juga ada alternatif dengan menggunakan scanner dengan kecepatan lebih tinggi, tetapi setelah dianalisa ternyata biaya pengeluaran menjadi lebih besar yaitu Rp.15.900.000. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-1991360238973605140?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/1991360238973605140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/1991360238973605140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2010/02/permodelan-proses-operasi-scanning.html' title=''/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/S3D0C3rjDuI/AAAAAAAAAFY/nVn-qJTJ8yU/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-7066772766862081349</id><published>2010-01-19T03:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T03:58:54.475-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>identifikasi produk untuk memenuhi tugas mata kuliah strategi pemasaran, dalam pembahasan difokuskan untuk menidentifikasi produk air minum mineral dalam kemasan yang diproduksi oleh PT Tang Mas, selengkapnya, klik&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/25418748/Tugas-Mata-Kuliah-Strategi-Pemasaran"&gt;http://www.scribd.com/doc/25418748/Tugas-Mata-Kuliah-Strategi-Pemasaran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-7066772766862081349?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/7066772766862081349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/7066772766862081349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2010/01/identifikasi-produk-untuk-memenuhi.html' title=''/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-378842351838952965</id><published>2010-01-19T02:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T02:38:43.757-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>materi kuliah Analisa Perencanaan Kerja diberikan kepada mahasiswa program srtudi Teknik industri, khususnya dan siapa saja yang berminat untuk mempelajari tentang analisa perencanaan kerja dan materi ini merupakan bahan perkuliahan untuk pertemuan pertama, untuk selengkapnya silahkan, klik&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/25416446/ANALISA-PERENCANAN-KERJA"&gt;http://www.scribd.com/doc/25416446/ANALISA-PERENCANAN-KERJA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-378842351838952965?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/378842351838952965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/378842351838952965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2010/01/materi-kuliah-analisa-perencanaan-kerja.html' title=''/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-6639414981485430562</id><published>2010-01-18T04:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T04:55:37.577-08:00</updated><title type='text'>BAHAN KULIAH TLP</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;bahan kuliah TLP ( tata letak pabrik ) ini diberikanpada semester 7, dan bahan kuliah ini hanya sebagian dari seluruh materi perkuliahan untuk Mata Kuliah Tata Letak Pabrik, diharapkan setelah mempelajari bahan kuliah ini mahasiswa memahami tujuan dan prinsip yang mendasari Tata Letak Pabrik dalam sebuah Industri, selengkapnya silahkan, &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/25139068/Tata-Letak-Pabrik"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-6639414981485430562?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/6639414981485430562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/6639414981485430562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2010/01/bahan-kuliah-tlp.html' title='BAHAN KULIAH TLP'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-5720697057979502276</id><published>2009-06-15T04:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T05:51:59.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='REBUNG/RESENSI BUKU UNGGULAN'/><title type='text'>SATISFACTION</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/SjYzHheX2WI/AAAAAAAAAE8/bIyI1Airjso/s1600-h/img040.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347517811886905698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 209px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/SjYzHheX2WI/AAAAAAAAAE8/bIyI1Airjso/s320/img040.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;SATISFACTION&lt;br /&gt;Bagaimana Setiap Perusahaan Hebat Mendengarkan Suara Konsumennya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah karya yang didedikasikan kepada J, David Power III, yang merupakan pendiri perusahaan J.D. Power and Associates, yang merupakan pemimpin yang penuh inspirasi dan ayah dari James Power dan Bapak bagi Chris Denove, penulis dari buku ini. Buku ini banyak memaparkan contoh-contah nyata tentang pentingnya peranan kepuasan konsumen, dan menurut saya buku ini merupakan bacaan penting bagi para pengusaha atau pelaku bisnis, agar mendapatkan inspirasi untuk memajukan perusahaan atau bisnisnya, dikupas dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini ada tujuh belas contoh kasus seputar pelanggan, didalamnya diberikan gambaran bagaimana seharusnya melayani pelanggan. Banyak Perusahaan terus-menerus berkicau, baik dalam periklanan maupun pemasarannya, bahwa mereka adalah yang terbaik dalam hal kepuasan konsumen, namun dalam banyak kasus, klaim ini tak lebih dari sekedar ucapan kosong belak. Oleh karena itu sebagian dari misi di J.D Power Associates adalah mengukur kepuasan konsumen, disini memilki cukup pengetahuan tenyang siapa yang hanya bisa berbicara, dan siapa yang benar-benar melakukan apa yang dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi telah mendorong munculnya perubahan dinamika yang berhubungan dengan konsumen, dengan bantuan teknologi banyak perusahaan besar melakukan pemahaman terhadap apa yang di inginkan konsumennya, seperti Dell, USSA dan lainnya, contoh nyata adalah Wal-Mart ( perusahaan terbesar di dunia ), orang memang akan sulit membayangkan bahwa Wall-Mart pada tahun 1990-an hanyalah merupakan peusahaan milik keluarga yang berskala kecil, tetapi dalam kiprahnya Wall-Mart sering kali lebih memahami para pelangganya ketimbang bisnis ritelnya dan mereka mengubah informasi tersebut menjadi keuntungan dengan memberikan apa yang dimaui oleh pelanggan ketika mereka menginginkanya. Kunci menuju kesuksesan jangka panjang terletak pada kepuasan konsumen. Puaskanlah kebutuhan para pelanggan dan Anda akan dapat mengenakan harga premium. Lakukanlah pekerjaan yang buruk mengenai kepuasan konsumen dan beriaplah untuk kehilangan penjualan. Semua sederhana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah ditulis, Alvin Toffler, dalam bukunya yang berjudul Power Shift, Era informasi telah mengubah basis kekuatan secara mendalam. Konsumen bukanlah lagi penerima produk yang bersifat pasif, mereka telah menjadi sebuah kekuatan baru berkat bantuan internet dan ketersediaan informasi. Berbekal pengetahuan dan data yang terkumpul dari begitu banyak sumber yang belum pernah ada dimasa lampau para pembeli produk otomotif, pasien rumah sakit, dan tamu hotel tidak lagi bersedia kompromi. Mereka memiliki harapan-harapan yang tinggi dengan dukungan data-data tersebut. Suara konsumen saat ini jauh lebih nyaring dan jelas dari sebelumnya, dan kita harus memberikan perhatian pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama mengetahui bahwa kita semua adalah konsumen dan kita menginginkan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari : diperlakukan dengan sopan, efisiensi, empati, dan jika sedikit beruntung, mendapatkan senyum ramah yang tulus. Tugas terberat sebuah perusahaan adalah menginspirasikan keinginan untuk berubah, ini keseluruh bagian organisasi, memperoleh komitmen yang serius dan nyata dari manajemen untuk menjadikan kepuasan konsumen sebagai pondasi penting dari budaya perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis juga memilah dunia konsumen menjadi tiga kategori &lt;strong&gt;pertama : Advocate,&lt;/strong&gt; dimana perusahan harus mampu menciptakan pelayanan berkualitas yang melebihi harapan konsumen dan mampu memberikan pengalaman yang berkesan, konsumen kategori ini sangat sulit untuk berpindah dalam kata lain sangat loyal dan beersedia menanggung ktidak nyamanan dalam membeli produk dan jasa, serta memppunyai kecenderungan untuk mempengaruhi orang lain dan menceriterakan pengalamannya kepada siapapun yang mau mendengarnya, &lt;strong&gt;kedua Apathetic,&lt;/strong&gt; yaitu apabila perusahaan hanya memenuhi harapan dasar mereka, meskipun mereka mempunyai kecenderungan untuk loyal tetapi mereka tidak bersedia untuk menanggung ketidak nyamanan dan sangat rawan terhadap kemajuan pesaing serta akan menutup mulutnya dan cenderung akan berbicara pengalaman konsumsinya baik ataupun buruk. &lt;strong&gt;Ketiga Assassin,&lt;/strong&gt; bila kita gagal memenuhi harapan dasar yang ditetapkan oleh konsumen dalam sebuah industri, sehingga mereka aktif mencari alternatif lain dan akan beralih meskipun mereka harus membayar lebih atau menanggung kesulitan atau menanggungkesulitan dalam proses peralihan menuju pesaing. Sikap mereka akan vocal dan merusak merek produk dengan membujuk orang lain untuk tidak berbisnis dengan perusahaan. Pengalaman dari Penulis menunjukan bahwa seorang assassin memiliki kemungkinan 50 % lebih besar untuk menceriterakan pengalaman buruknya dari pada seorang advocate menyebarkan pengalaman menjualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini ditutup dengan Pengukuran Kecakapan VOC, dengan mengunjungi jdpower.com/VOC/test. Maka dengan mengikuti petunjuk-petunjuknya dalam waktu kurang dari lima belas menit akan dipaparkan seberapa bagus kinerja perusahaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Data Buku&lt;br /&gt;JuduL : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;strong&gt;SATISFACTION, Bagaimana Setiap Perusahaan Hebat Mendengarkan Suara Konsumennya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penulis : Chris Denove dan James D Power IV&lt;br /&gt;Alih Bahasa : Riga Ponziani&lt;br /&gt;Penerbit : PT Elex Media Komputindo th 2007&lt;br /&gt;EMK : 234070819&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-27-0625-3&lt;br /&gt;Ukuran buku : 150 mm x 230 mm &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-5720697057979502276?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/5720697057979502276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/06/satisfaction.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/5720697057979502276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/5720697057979502276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/06/satisfaction.html' title='SATISFACTION'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/SjYzHheX2WI/AAAAAAAAAE8/bIyI1Airjso/s72-c/img040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-5058197406495131114</id><published>2009-06-08T05:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:23:46.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='REBUNG/RESENSI BUKU UNGGULAN'/><title type='text'>BUDAYA KORPORAT DAN KEUNGGULAN KORPORASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Si0LrqaDDwI/AAAAAAAAAE0/ROQR94KJ--4/s1600-h/img038.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Si0LrqaDDwI/AAAAAAAAAE0/ROQR94KJ--4/s320/img038.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344941177504468738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Korporasi bukanlah hal baru, tapi saat ini menjadi suatu isu baru seiring dengan perkembangan dunia usaha di Indonesia yang "dipakasa" untuk berubah, dengan perubahan suasana polotiok yang dinamis, sampai saat begitu banyak perusahaan-perusahaan yang beralih kepemilikan yang mendorong terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;denasionalisasi&lt;/span&gt;, yang menyebabkan runtuhnya dunia industri (deindustrialisasi ) terutama perusahan-peruasahaan yang menerapkan pemahaman padat karya yang memicu terjadinya ledakan pengangguran. Penyebab lain terjadinya deindustrialisasi adalah melemahnya daya saing sektor industri kita, berbagai solusi ditawarkan, dan ide untuk keluar dari permasalahan bayak diuji cobakan, tapi banyak pula yang belum dapat menyentuh akar permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Djokosantoso Moeljono menawarkan solusi yang didasarkan dari hasil riset untuk membangun korporasi agar lebih baik, penulis lebih banyak menyoroti kepada hal yang lebih mendasar yaitu, budaya, karena disadari atau tidak krisis ekonomi akan berdampak sangat kuat terhadap terjadinya krisis budaya, maka kita perlu membangun budaya, bukan berarti kita tidak mempunyai budaya, tetepi budaya yang ada belum mampu untuk menghadapi kenyataan bangsa, karena itu perlu pengembangan budaya yang berbeda, yang menjadi budaya yang kuat dari bangsa yang berbeda. Membangun budaya bangsa tidak bisa dilaksanakan secara serta merta, melainkan melalui unit-unit kecil, yaitu organisasi-organisasi didalam negara-bangsa Indonesia, tidak terkecuali organisasi bisnis, pemerintahan, dan nirlabanya, mempunyai budaya organisasi yang kuat, maka secara agregat akan membentuk Indonesia sebagai suatu organisasi negara-bangsa yang kuat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya telah menjadi konsep penting dalam memahami masyarakat dan kelompok manuisa untuk waktu yang lama, sedang terminologi tentang budaya korporat, tampaknya tidak dapat didefinisikan secara singkat. Ada beberapa deskripsi yang menjelaskan hal itu. Budaya korporat, atau juga dikenal dengan istilah budaya kerja, merupakan nilai-nilai dominan yang disebar luaskan di dalam organisasi di dalam organisasi dan di acu sebagai filosofi kerja karyawan.  Hal penting yang perlu ada dalam definisi budaya korporat adalah suatu sistem nilai-nilai yang dirasakan maknanya oleh seluruh orang dalam organisasi. Selain dipahami, seluruh jajaran meyakini sistem nilai-nilai tersebut sebagai landasan gerak organisasi. Dari sisi fungsi, budaya korporat mempunyai bbeberapa fungsi, pertama, budaya korporat mempunyai fungsi pembeda, kedua, budaya korporat membawa rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi, Ketiga, budaya korporat mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada suatu yang lebih luas dari pada kepentingan diri individual. Keempat, budaya korporat meningkatkan kemantapan sistem sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya penulis, mengatakan sumbangan efektif dari budaya korporat dapat diuraikan sebagai berikut : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Integritas&lt;/span&gt;, faktor integritas yang dimaksud mencakup perilaku-perilaku yang tercermin seperti bertakwa, penuh dedikasi, jujur, selalu menjaga kehormatan dan nama baik, sert taat pada kode etik yang berlaku. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profesionalisme&lt;/span&gt;, faktor ini sangat d9ominan pengaruhnya terhadap etos kerja serta pemberdayaan karyawan secara internal. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keteladanan&lt;/span&gt; merupakan faktor dengan sumbangan efektif terendah. Keteladanan hanya berpengaruh dan terasa pada ketekunan melaksanakan pekerjaan saja, yang indikatornya adalah etos kerja. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengharagaan pada sumber daya manusia&lt;/span&gt;, faktor ini mencakup perilaku-perilaku yang tercermin, seperti proses merektrut, mengembangkan, dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas, sekaligus memperlakukan karyawan berdasarkan kepercayaan, keterbukaan, keadilan dan saling menghargai, memgembangkan sikap  kerja sama dan kemitraa, memberikan penghargaan berdasarkan hasil kerja individu dan kelompok. Dikatakan pula oleh penulis tentang kriteria bagi budaya korporat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria pertama&lt;/span&gt;, adalah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; baik&lt;/span&gt;, Budaya yang baik adalah budaya yang sesuai dengan dan dikembangkan dari nilai-nilai yang ada di dalam warganya.  Budaya perusahaan yang baik adalah bahwa  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang dibuat adalah budaya, dan bukan peraturan perusahaan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria kedua&lt;/span&gt; adalah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kuat&lt;/span&gt;, budaya perusahaan haruslah mampu menjadikan budaya perusahaan itu sendiri mampu bekerja dalam perusahaan. Budaya perusahaan adalah sistem nilai-nilai yang diyakini semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan,  berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam organisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kriteria ketiga, &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; apakah nilai budaya tersebut diterapkan.&lt;/span&gt; untuk mempercepat dan mempertahankan proses implementasi nilai budaya, penulis melihat ada lima hal yang perlu dijadika agenda, yaitu : Konsistensi, Disiplin, Dirawat atau dipelihara, Pewarisan dari generasi ke generasi, Di[perkuat oleh sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal baru yang diuraikan oleh penulis dalam edisi ke empat ini adalah tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good Corporate Culture&lt;/span&gt; ( GCC ), dimana perusahaan yang saat ini telah menerapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good Corporate Governance&lt;/span&gt; ( CG ) pada hematnya perlu menerapkan konsep baru lainya yaitu GC. Hubungan GCC sangatlah erat. Dapat dikatakan bahwa GCG merupakan sisi tampak dari perusahaan, yang dapat dilihat dari nilai-nilai pokok yang dirumuskan  Forum GCG Indonesia tentang GCG, sedang GCC merupakan sisi dalam atau sisi nilai dari pengelolaan korporasi, atau menjadi bagian hulu dari GCG dengan muatanya yang fokus  pada basic values dari pengelolaan korporasi yang kemudian diturunkan melalui sistem. Jadi GCC merupakan inti dari organisasi perusahaan atau dapat pula dikatakan sebagai ruh atau jiwa dari suatu lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah usulan yang di kedepankan oleh penulis kepada khalayak  akademisi bahwa barangkali ada sisi lain dari perusahaan yang penting, namun kurang mendapatkan perhatian yang memadai yaitu budaya perusahaan Penulis sendiri mengakui bahwa hal itu wajar mengingat budaya ibarat bagian yang terbenam dari suatu guning es,. Gagasan untuk mengembangkan GCC bukalnlah upaya untuk mengalahkan GCG melainkan dalam konteks agar GCG dapat berjalan dengan lebih efektif dan juga agar manajemen perusahaan dapat semakin profesional, hubungan dengan lingkungan menjadi positif dan keungguln korporasi dapat dibangun dan dipetahankan. Ini adalah tantangan baru yang akan kita jawab pada masa-masa mendatang.&lt;br /&gt;Data Buku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;JUDUL:Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;PENULIS: Dr. Djokosantoso MoeljPTono&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;PENERBIT: &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;PT Elex Media Komputindo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:greatpublisher@gmail.com"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;ISBN: 979-20-4150-8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TEBAL: 244  halaman: 140 x 210 mm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;CETAKAN: IV- 2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-5058197406495131114?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/5058197406495131114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/06/budaya-korporat-dan-keunggulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/5058197406495131114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/5058197406495131114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/06/budaya-korporat-dan-keunggulan.html' title='BUDAYA KORPORAT DAN KEUNGGULAN KORPORASI'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Si0LrqaDDwI/AAAAAAAAAE0/ROQR94KJ--4/s72-c/img038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-7410797412276679741</id><published>2009-05-22T22:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T22:47:23.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produktivitas'/><title type='text'>PRODUKTIVITAS DENGAN EER</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;       Menjelaskan tentang konsep produktivitas dari sudut pandang efficiency dan efectiveness, diawali lebih dahulu dengan pengertian konsep produktivitas lebih dahulu, karena membicarakan masalah produktivitas akan muncul situasi paradoksial ( bertentangan ) karena dari beberapa literatur yang pernah membahas tentang produktivitas belum ada kesepakatan umum tentang maksud dan pengertian produktivitas serta kriterianya, dalam mengukur petunjuk-petunjuk produktivitas. Dalam doktrin pada konferensi Oslo tahun 1984: tercantum definisi umum produktivitas semesta yaitu ; produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumber – sumber riil yang makin sedikit. produktivitas adalah suatu pendekatan interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana, aplikasi penggunaan cara yang produktivitas untuk menggunakan sumber – sumber secara efisien, dan tetap menjaga adanya kualitas yang tinggi.&lt;br /&gt;       Dengan demikian konsep produktivitas dari sudut pandang eficiency dan efectiveness harus mengikut sertakan pendayagunaan secara terpadu antara, sumber daya manusia dan ketrampilan, barang modal teknologi, manajemen, informasi, energi dan sumber-sumber lain menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar mutu suatu produk.&lt;br /&gt;Terkait dengan permasalahan tersebut maka perlu di sampaikan bahwa penggunaan sumber daya manusia, modal dan teknologi secara ektensif telah banyak ditinggalkan orang, pola ini bergeser menuju penggunaan secara intensif dari semua sumber ekonomi Sumber ekonomi yang digerakan secara efektif memerlukan ketrampilan organisasi dan teknis sehingga mempunyai tingkat hasil guna yang tinggi, Artinya hasil yang diperoleh seimbang dengan masukan yang diolah. Melalui perbaikan cara kerja, pemborosan waktu, tenaga dan bebagai input lainnya akan bisa dikurangi sejauh mungkin. Hasilnya tentu akan lebih baik dan banyak yang bisa dihemat, sehingga tenaga dapat dikerahkan secara efektif dan pencapaian tujuan usaha bisa terselenggara dengan efektif dan efisien.&lt;br /&gt;       Sehingga dengan demikian dapat digambarkan bahwa produktivita dari sudut pandang eficiency merupakan sejumlah keluaran ( output ) dibagi dengan sejumlah masukan ( input ), hal ini akan timpang apabila tidak didasari dari sudut pandang efectivenees yang menyoal tentang cara atau metode dalam mengahasilkan keluar atau pengertian ini dapat diperluas bahwa produktivitas tidak hanya didasarkan pada hal-hal yang bersifat tangible saja tapi juga harus mempertimbangkan hal-hal yang bersifat intangible debgan demikian rasional sebagai salah satu faktor intangible merupakan faktor muatan produktivitas yang tidak boleh ditinggalkan.&lt;br /&gt;Kesimpulan, konsep produktivitas tidak hanya dipandang eficiency dan efektivenees tapi harus memakai formula EER yaitu Efficiency, Effektivenees dan Rasional, &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-7410797412276679741?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/7410797412276679741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/produktivitas-dengan-eer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/7410797412276679741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/7410797412276679741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/produktivitas-dengan-eer.html' title='PRODUKTIVITAS DENGAN EER'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-6458276798254121486</id><published>2009-05-20T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T02:47:54.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ajaran jawa'/><title type='text'>NASEHAT MBAH SUCIPTO...2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Malam Jum.at Legi, menurut penanggalan jawa di &lt;em&gt;sasi suro,&lt;/em&gt; hujan gerimis tiada henti sejak saat menginjak magrib, saya berjalan seiring dengan mbah Cip, pulang dari langgar selesai mengikuti itstighotsah dan pengajian rutin &lt;em&gt;jum'at legian&lt;/em&gt;, desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kota Kediri, sampai diteras disambut suara kodok yang menyanyi sambung menyambung dengan suara tonggeret, menambah mirisnya hati dimalam ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;'&lt;em&gt;Ngantuk le'&lt;/em&gt; suara mbah Cip memecah kebekuan diantara kami, '&lt;em&gt; mboten mbah'&lt;/em&gt; jawaban terlontar dari bibir saya, yang sebenarnya bertolak belakang dari hati dan fisik saya yang sudah lelah, karena seharian mengerjakan tugas kantor yang menumpuk, tapi sebagai orang yang di didik dilingkungan aturan jawa, kadang ajaran jujur yang telah ditanamkan terpaksa harus dilanggar, hanya dikarenakan rasa sungkan dengan adanya &lt;em&gt;unggah ungguh&lt;/em&gt; dalam hubungan antara &lt;em&gt;wong sepuh &lt;/em&gt;dengan &lt;em&gt;wong enom,&lt;/em&gt; dimana ada aturan dikeluarga kami &lt;em&gt;ojo' sok mbantah wong tuwo&lt;/em&gt; sebagai orang muda saya hanya bisa berharap Mbah Cip lebih &lt;em&gt;waskita&lt;/em&gt; melihat kondisi saya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Yen ngantuk nggaweo kopi kono lho, mengko nek arep turu tak pijeti dhisik"&lt;/em&gt; lha..lha... betul kan! ternyata mbah Cip lebih &lt;em&gt;waskita&lt;/em&gt; melihat kondisi saya, dengan semangat saya pergi ke dapur untuk membuat kopi, sedang Mbah masuk kamar, pasti ganti baju dengan seragam rumah, kaos oblong tipis cap swan dan sarung, saya sendiri heran kondisi cuaca apapun panas atau dingin pakaian beliau pasti ya... tetap itu, kelihatannya beliau tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kopi panas tersaji, duduk berdua bersila diatas &lt;em&gt;amben&lt;/em&gt; bambu, Mbah Cip mengawali prosesi jagongan malam ini dengan mencicipi kopi buatanku, "Alhamdullillah.. enak tenan kopine le, seperti &lt;em&gt;ceramahe&lt;/em&gt; pak ustad tadi, sungguh mudah dicerna dan menghangatkan sanubari, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;mestine ceramah agama iku kudune yo ngono, wong ibadah iku ra' usah didendeni lan ora usah di iming-imingi pahala, ibadah iku kudune yo sarwa iklas lahir batin, Gusti Allah ora sare.....'"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya coba merespon yang disampaikan mbah Cip, begitu sederhana ulasan beliau, tetapi mengandung makna yang luas, banyak orang yang datang ke pengajian dengan tujuan yang paling mendalam yaitu mencari pencerahan hidup, dan yang datang khususnya masyarakat pedesaan yang mempunyai kapasitas pengetahuan yang heterogen, maka pada posisi seperti ini sang ustad seharusnya tidak &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;'gebyah uyah'&lt;/span&gt; menyampaikan ceramahnya, karena kadang saya masih menemui sang ustad yang ceramahnya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;'ngarab bles'&lt;/span&gt; artinya ceramahnya 80% memakai bahasa arab, bukan berarti saya bersikap dikotomis, tetapi saya hanya merasakan fakta yang ada bahwa kalau itu terjadi banyak peserta yang '&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;manggut-manggut'&lt;/span&gt; tapi tidak mengerti apa-apa... entah kenapa dia &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;'manggut-manggut'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"kok nglamun le..." suara mbah Cip, membangunkan saya yang tenggelam dalam pemikiran sendiri, ':mboten mbah.. saya sedang "&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;nggulawentah ngendikan njenengan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"ya... namanya orang hidup itu ya seperti itu, berpikir, berpikir dan berpikir, selama perut masih butuh makan pikiran juga butuh makan, &lt;em&gt;mangkane yen&lt;/em&gt; &lt;em&gt;weteng di isi sembarangan wetenge yo mesti loro, pikiran yo ngono le... yen di isi sembarangan yo..iso loro malah..malah iso gendheng..he...he..he"&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;"Tapi mbah perut pada saat tertentu kan harus puasa, apakah pikiran juga harus puasa ? lha kalau pikiran kosong......itu kan namanya '&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ngengleng&lt;/span&gt;', alias &lt;em&gt;genheng&lt;/em&gt; to..mbah'" saya agak sedikt membantah, senyum mbah cip semakin melebar mendengar pertanyaan saya.&lt;br /&gt;"wah.. &lt;em&gt;pancen pinter tenan kowe le&lt;/em&gt;...., &lt;em&gt;yen pikiran kosong blong yo bener kandamu, tapi sing tak maksud kosong iku ra mikir babagan ndonya tapi mikiro babagan akherat&lt;/em&gt;, begitu juga kalau perut kosong &lt;em&gt;blong yo.. dadine loro&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;wong poso iku&lt;/em&gt; kan ada batasnya, kamu ingat tidak waktu kecil sering nembang lagu sluku-sluku bathok ?" mbah cip balik bertanya. "itu kan lagu dolanan mbah" jawabku&lt;br /&gt;"Begini....le" mbah Cip mulai agak serius, 'tembang Sluku-sluku bathok itu bukan sembarangan lagu....&lt;em&gt;rungokno&lt;/em&gt; &lt;em&gt;iki tak wedhar piwulang sing dikandhut saka tembang kuwi, sepisan &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Sluku-sluku Bathok&lt;/span&gt;, &lt;/em&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;em&gt;Bathoke ela-elo&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;sluk&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;u itu artinya duduk posisi istirahat, bathok iku kepala sing biso diartikan otak utowo pikiran, &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;ela-elo utowo gela-gelo artinya kepala bergerak kiri-kanan" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Orang muda sekarang bilang &lt;em&gt;gedhek&lt;/em&gt;, sehabis minum &lt;em&gt;pil koplo&lt;/em&gt; itu ya...mbah" aku menyela penjelasan mbah Cip. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;'"woooo...ngawur kowe le..!, wis tak teruske maneh.. Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo itu mengandung arti pada saat tertentu manusia harus berhenti memikirkan tentang duniawi, istirahatkan pemikiran kita dari ruwetnya kehidupan sehari-hari nah.... pada saat istirahat itulah kita berusaha berpikir tentang Allah SWT dengan jalan berdzikir dengan mengingat segala kekuasaan Gusti Alloh, yang telah memberikan Rahmat, Barokah dan Hidayahnya kepada kita semua, mensyukuri segala karunianya. &lt;strong&gt;Si Romo menyang Solo,&lt;/strong&gt; ngerti kowe le... artine ukoro iki ?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;'"Ngerti Mbah...Bapak pergi ke kota Solo... " dengan cepat saya menjawab pertanyaan mbah Cip&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Walah..walah.. &lt;em&gt;Solokothok dengkulmu&lt;/em&gt;.., jangan diartikan sesederhana itu le... kalimat itu mengandung arti lebih dalam lagi, kalimat sebenarnya adalah sirama menyang Solo, artinya mandilah atau berwudhulah untuk kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sirama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dari kata &lt;strong&gt;&lt;em&gt;siram&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;utowo &lt;strong&gt;&lt;em&gt;adus,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; lalu untuk kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;menyang solo&lt;/em&gt;, &lt;/strong&gt;merupakan pengganti kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;menyang sholat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; artinya berangkatlah sholat, dirikan sholat, dan sholat bukanlah sekedar kewajiban tapi sudah merupakan kebutuhan dari manusia yang merasa dirinya Islam. Bait berikutnya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh-olehe payung mutho&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, iki... le kuncine wong urip, yen wis nglakoni sholat oleh opo? yo...dapat payung mutho, sing dadi perlambang kalau kita akan mendapatkan perlindungan dari Gusti Alloh, lha.. paribasan kalau Gusti Alloh sudah melindungi kita, maka tidak ada yang perlu ditakuti dalam mengarungi kehidupan, tapi juga jangan sembrono kita harus tetap lurus dijalanNya. karena apa yang terjadi nanti kita tidak tahu termasuk kapan kita '&lt;em&gt;dipanggil, &lt;/em&gt;hal ini digambarkan dengan kalimat selanjutnya yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mak Jenthit lho..lho..bah&lt;/em&gt;,&lt;/strong&gt; kematian datang nya secara tiba-tiba tidak bisa direncakan, karena ini merupakan kekuasaan Gusti Alloh, maka dalam hidup kita harus benar-benar menyiapkan diri. Sebab kalau sudah mati kita ...sudah ndak bisa opo-opo, yang lalu tinggalah kenangan, untuk pengalaman buruk, menyesalpun tiada guna ! karena tidak ceriteranya orang mati bisa hidup lagi.....tangeh lamun... le...!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sayapun manggut- manggut meresapi apa yang dikatakan mbah Cip, beliaupun berhenti sejenak sambil menyeruput kopi kemudian menyalakan lagi sebatang rokok, saya pun sambil mengambil sebatang rokok, menyampaikan kepada pendapat kepada beliau "pitutur yang terakhir tadi di gambarkan pada kalimat &lt;strong&gt;wong mati ora obah...... yen obah medeni bocah&lt;/strong&gt;....begitu ya.. mbah"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mbah Cip tersenyum" lha...kuwi ...ya wis pinter ngono le... awakmu..betul itu, kalau selanjutnya kira-kira apa artinya...le...coba terangno!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Nggih...Nyuwun sewu sak derenge mbah....kalau kalimat berikutnya, &lt;strong&gt;yen urip goleko dhuwit,&lt;/strong&gt; mengandung makna selama kita masih hidup kita harus bekerja, karena bekerja untuk mencukupi keluarga dan diri sendiri, termasuk sebagaian dari ibadah, ini sama dengan yang disampaikan pak ustad di pengajian tadi, saat kita bekerja, bekerjalah seakan kita hidup seribu tahun, tapi pada saat ibadah maka beribadahlah seakan kita besok akan dipanggil oleh Allah SWT, jadi kalau tidak salah mbah....menurut saya dalam hidup ini harus ada keseimbangan antara bekerja dengan ibadah dan keduanya merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan agar hidup kita tenteram, pernah saya membaca buku lama tentang olah kejawen yang membahas prisip hidup yang bernuansa jawa, dijelaskan dalam buku tersebut bahwa dalam hidup ini kita harus punya prinsip, &lt;strong&gt;Tatag, Teteg, Tutug, Tatag&lt;/strong&gt; artinya, dalam hidup ini kita harus mempunyai kesiapan mental spiritual, karena dalam hidup kita tidak bisa lepas dari 'masalah' sehingga kemampuan kita menghadapi masalah, merupakan bentuk ketegaran diri, agar kita tidak gampang goyah atau terjatuh karena masalah tersebut, sedang &lt;strong&gt;Teteg&lt;/strong&gt;, dapat dijabarkan sebagai bentuk keyakinan bahwa Alloh pasti melindungi kita seperti tembang sluku-sluku bathok yang diuraikan mbah Cip tadi...dan kita juga harus yakin bahwa segala usaha kita yang diridhoi Allah pasti mempunyai manfaat bagi orang lain, minimal terhadap diri sendiri, dan yang terakhir adalah, &lt;strong&gt;Tutug,&lt;/strong&gt; mempunyai pengertian akhirnya kita sampai pada tujua, dengan penjabaran bahwa kita harus yakin tentang itu dan selalu fokus terhadap sesuatu yang ingin kita capai yaitu tentang kebenaran hidup....sekali lagi nyuwun sewu..mbah dan nyuwun duko kalau uraian saya....agak ngawur !&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Alhamdulillah.....wah..wah..wis pinter..pancen dasare guru, ditanya sedikit saja jawabannya panjang lebar...ora salah yang kamu jelaskan tadi, sing penting iso opo ora kowe nglakoni sing di omongke kuwi....he...he...he....he..." mbah Cip terkekeh-kekeh setelah mendengarkan omongan saya tadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba terdengar suara sapi dikandang belakang rumah melenguh-lenguh, memecahkan kesunyian malam, "Wah.. Sapine ngelak...le...Wis kentekan banyu kiro-kiro, sudah kamu istirahat dulu, mbah Cip ke kandang dulu memberi minum sapinya"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Nggih mbah ngestokaken dawuh...sak sampunipun ngringkesi gelas kopi, kulo bade istirahat rumiyin"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mbah Cip Bangkit menuju kandang sapi, sayapun bernajak memberesi gelas kopi dan menaruhnya di dapur dan langsung menuju kamar tidur.... istirahat, lupa sudah harapan untuk dipjat mbah Cip karena mata ini rasanya sudah berat sekali ......................................&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-6458276798254121486?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/6458276798254121486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/nasehat-mbah-sucipto2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/6458276798254121486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/6458276798254121486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/nasehat-mbah-sucipto2.html' title='NASEHAT MBAH SUCIPTO...2'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-4963794970189366669</id><published>2009-05-05T20:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:44:56.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>IMAGE &amp; INOVASI DALAM PERSAINGAN BISNIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, seiiring dengan pola keinginan konsumen terhadap produk semakin selektif, hal ini membawa dampak bagi para pelaku usaha untuk lebih kreatif untuk mengantisipasi tantangan yang muncul di masa krisis. Kreatif bermakna memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan demikian, apapun yang terjadi dalam dunia usaha, para pelaku harus mempunyai alternatif sebagai jalan keluar dari tekanan persaingan, dan diharapkan alternatif tidak satu karena kompetitor akan mempunyai pemikiran yang sama untuk mencari alternatif, Hal yang sangat penting dalam membuat alternatif adalah mendasarkan pada permasalahan pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Pelaku usaha dalam menjalankan usahanya yang hanya memasarkan produk secara maksimal saja tidaklah cukup untuk mencapai tujuan usaha, dan justru hal ini akan mengakibatkan kekalahan dalam persaingan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Image &lt;/em&gt;merupakan hal penting dalam proses penjualan produk. &lt;em&gt;Image&lt;/em&gt; menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Departemen Pendidikan Nasional RI ) adalah Citra/grafik/gambar, suatu representasi keadaan visual sedangakan makna citra adalah rupa; gambar; atau gambaran; yg dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk. Dengan demikian konumen dalam membeli produk, akan sangat tergantung pada "pandanganpertama" tentang produk tersebut, hal ini dapat digambarkan untuk suatu produk yang sama tetapi dengan kemasan yang berbeda akan membawa dampak terhadap tingkat penjualan contoh tentang hal ini, ada suatu produk dari perusahaan yang sama produk tersebut dikemas biasa dengan alasan untuk konsumen kelas menengah kebawah dengan harga yang standar, tetapi sebagian dikemas dengan eksklusif dan mewah dengan sasaran untuk kelas menengah keatas ( eksekutif ) dan tentunya dengan harga yang klebih mahal, maka muncul efek tingkat penjualan untuk produk yang terakhir tersebut lebih tinggi, karena ada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;image&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; bahwa mengkonsumsi produk tersebut maka konsumen akan merasa "wah" dalam arti dianggap sebagai manusia kelas "atas" ( eksekutif ).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tidak kalah penting dengan &lt;strong&gt;image &lt;/strong&gt;untuk meningkatkan tingkat penjualan produk maka kualitas perlu mendapatkan perhatian juga. Dalam meningkatkan kualitas perlu dimotivasi dengan ide dan semangat &lt;strong&gt;inovasi&lt;/strong&gt;, Pengertian inovasi sangat luas tergantung sudut pandang yang digunakan. inovasi dapat diartikan 1 pemasukan atau pengenalan hal-hal yg baru; pembaharuan: ; 2 penemuan baru yg berbeda dr yg sudah ada atau yg sudah dikenal sebelumnya. &lt;strong&gt;Inovasi&lt;/strong&gt; menurut uu no 18 2002 adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tg telah ada ke dalam produk atau proses produksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Maka dapat dikatakan dalam memenangkan suatu persaingan, maka pelaku bisnis tidak boleh berhenti berpikir, berpikir dan berpikir dalam menemukan ide untuk melahirkan suatu inovasi dan memunculkan suatu produk yang lain dari pada yang lain dan ini harus diputuskan dengan langkah yang berani bahwa produk kita selalu beda dari produk lain dengan catatan kualitas produk harus terjamin sesuai dengan yang dikatakan dan pemasaran produk harus diatur dengan strategi yang baik, termasuk didalamnya masalah promosi ..................sebuah saran tentang promosi buatlah masyarakat atau konsumen selalu "penasaran" dengan produk kita ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;semoga sukses..........................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-4963794970189366669?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/4963794970189366669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/image-inovasi-dalam-persaingan-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4963794970189366669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4963794970189366669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/image-inovasi-dalam-persaingan-bisnis.html' title='IMAGE &amp; INOVASI DALAM PERSAINGAN BISNIS'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-3795140948164294980</id><published>2009-05-05T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T02:09:17.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ajaran jawa'/><title type='text'>NASEHAT MBAH SUCIPTO...1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mbah CIip, panggilan untuk mbah Sucipto, adalah seorang lelaki tua dari sisi umur, 79 th, dari sisi fisik beliau masih bugar dan sehat, dengan segala kesederhanaannya beliau sering menasehati, . 'Hidup ndak perlu &lt;em&gt;neko-neko'&lt;/em&gt; nasehat beliau menanggapi hiruk pikuk dan keaneragaman kehidupan masa kini, kemajuan zaman dan teknologi seakan tidak mempengaruhi prinsip hidup beliau, bahwa hidup ini harus '&lt;em&gt;sak madyo, anakku, putuku, buyutku elingo kowe kabeh, pituture wong luhur raden ngabehi ronggowarsito, jamane iki jaman edan, yen ra edan yo ra keduman, begja-begjane wong lali isih bejo wong kang kelingan"&lt;/em&gt; dengan fasih beliau menyampaikan nasehatnya untuk mengingatkan, agar anak, cucu dan cicitnya tidak terhempas oleh kekejaman zaman dan selalu ingat tentang hakekat kebenaran yang dilandasi pedoman kehidupan dan tidak lepas dari sendi-sendi agama serta tatanan hidup bermasyarakat dan ber negara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mbah Cip, yang mudanya dulu seorang guru pencak silat didesanya, yang terkenal '&lt;em&gt;dugdeng'&lt;/em&gt; setiap kali diiminta anak cucunya untuk mengajari ilmu kanuragan selalu tersenyum sebelum menjawab permintaan tersebut, ;&lt;em&gt;O..alaah..le, wis ora jamane&lt;/em&gt;, buat apa ilmu semacam itu,&lt;em&gt; yen pingin sakti, mung loro modale, yaiku sekolah sing pinter lan jujur tingkah lakune, wis iku wae lakonono"&lt;/em&gt; memang sederhana sekali nasehat beliau, tapi kalu dipikir lebih mendalam memang jaman sekarang pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu lebih mendalami arti &lt;em&gt;'long live education'&lt;/em&gt; yang sering didengung-dengungkan, oleh orang-orang pinter tapi kenyataan yang ada di negara tercinta ini masalah pendidikan malah sering membikin masalah, sekolah gratis contohnya dimanipulasi menjadi kampanye kesuksesan sebagian golongan tertentu untuk kemakmuran golongannya sendiri, guru yang mempunyai peran utama dalam pembangunan manusia seutuhnya justru terpuruk, untuk sejahtera saja harus berjuang mati-matian, mulai dari demo untuk meng'goal'kan UU Guru dan Dosen, setelah berhasilpun untuk mendapatkan sekedar upahpun masih harus berjuang dengan sertifikasi segala ! lebih parah sertifikasi lulus, upahnya masih harus nunggu keputusan dari para 'petinggi negara' yang katanya banyak orang pinter.......wooalah piye to mbah iki ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan senyum khasnya Mbah Cip mengawali nasehatnya ' Yo.. ora piye-piye to le...sing sabar.. gusti Allah ora sare, sudah mbah katakan orang itu pintar saja tidak cukup, masih butuh modal kejujuran, jujur dengan diri sendiri termasuk jujur terhadap Gusti Allah SWT dan jujur terhadap sesama, '&lt;em&gt;insya Allah uripmu tansah tentrem donya akherat' Aminn &lt;/em&gt;mbah, para kerabat Mbah Cip mengamini, saya jadi teringat nasehat dari seorang bijak, Haji Djoko Adi Waluyo, yang lebih suka dipanggil sebagai &lt;em&gt;'Kaji Orong-orong'&lt;/em&gt; pernah mengatakan bahwa mata uang yang bersifat universal artinya mata uang yang bisa laku dan diterima diseluruh permukaan bumi adalah mata uang kejujuran, memamng dapat dibayangkan alangkah indahnya bila manusia penghuni bumi ini memiliki '&lt;strong&gt;harta kejujuran'&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Alam sendiri sebenarnya telah memberi pengajaran tentang kejujuran, kita ambil contoh hewan tidak akan makan melebihi kapasitas perutnya, tidak ada ceriteranya hewan melakukan manipulasi atau korupsi untuk diri sendiri, terserah bagaimana manusia menyikapi fenomena ini, yang jelas Allah telah memberi karunia kepada manusia berupa &lt;strong&gt;Akal budi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; yang seharusnya mampu untuk bersikap bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;'dos pundi mbah, menawi mekaten' anak cucu Mbah Cip serempak bertanya ingin mencari rujukan tentang masalah kejujuran tersebut. Kali ini senyum mbah Cip semakin melebar, ' &lt;em&gt;wah..wah alhamdulillah ... anak putuku kok yo wis pinter kabeh, pancen bener sing di dawuhke &lt;strong&gt;Kaji orong-orong&lt;/strong&gt; kuwi, jujur iku yen di omongke yo gampang nanging yen dilakoni yo butuh kesabaran, mulo jujur lan sabar dalaning dadi wong kang pinilih, Ngaji Al Qur'an iku becik le.. nanging &lt;strong&gt;ngajine Al Qur'an yen diterusne ngaji manungso iku luwih utomo&lt;/strong&gt;, dadi anak putuku kabeh, yen sinau kepinteran iku yo kudu diamalke marang sapadha-padha, ojo d lek dewe, mengko wetenge iso tambah mblendung....he...he..he..he...'&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mbah Cip terkekeh tertawa menpakan beberap giginya yang sudah copot,melihat anak cucunya ribut berdiskusi tentang proses pembelajaran menambah ilmu pengetahuan dengan masalah kejujuran, dimana mbah Cip menambahkan tentang hubungan antara manusia dengan sang pencipta dan hubungan manusia dengan manusia, yang merrupakan pencerminan dari kejujuran terhadap diri sendiri an kejujuran terhadap sesama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;'Wis kono ndang pada turu, iki wis bengi.... sesuk wae diteruske' Mbah Cip menyela diskusi kami, setelah melihat salah satu cucunya sudah ada yang terkantuk-kantuk, kami semua mulai beranjak masuk kekamar masing-masing. 'Mbah Cip mboten sare' saya menawari beliau supaya juga ikut istirahat, beliau tersenyum sambil menjawab ' Mbahmu iki yen melek wis podo karo turu, tapi yen turu mbahmu iki mesti melek' saya terhenti melangkah mendengar jawaban beliau, dan bertanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;'Nopo malih niku mbah' penasaran ingin lebih tahu dengan ucapan beliau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;'Wis ojo takon maneh, sesuk wae tak terusne, istirahat dulu biar bangun tidur bisa sehat' Mbah Cip menasehati setengah memerintah, saya melangkahkan kaki dengan tanda tanya tentang filsafat terakhir yang dikatakan beliau...................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bersambung.........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-3795140948164294980?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/3795140948164294980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/nasehat-mbah-sucipto1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/3795140948164294980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/3795140948164294980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/nasehat-mbah-sucipto1.html' title='NASEHAT MBAH SUCIPTO...1'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-789863118189200498.post-4202168542391314975</id><published>2009-05-04T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T22:55:52.321-07:00</updated><title type='text'>ARTIKEL INOVASI PRODUK:</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7h3CHpnII/AAAAAAAAACo/rvjLUX21wEE/s1600-h/logo.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;INOVASI PRODUK&lt;br /&gt;DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT&lt;br /&gt;SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCAPAI PERFORMANCE EXCELLENCE BASED ON MBNQA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Drs. RUSDIYANTORO ST, MT&lt;br /&gt;Program Studi Teknik Industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam rangka Yudicium tahun akademik 2008 / 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI, UNIVERSITAS PGRI ADIBUANA SURABAYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1 Mei 2009 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Pada saat ini kompetisi pasar semakin meningkat, hal ini menuntut semua pihak untuk dapat menghasilkan produk atau jasa yang terbaik dalam memenangkan persaingan. Era globalisasi telah memaksa organisasi – organisasi untuk memperhatikan dan meningkatkan kualitas produk atau jasa untuk memperhatikan dan meningkatkan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut selain peningkatan kualitas maka diperlukan pula inovasi dalam proses pengembangan suatu produk atau jasa, ada beberapa hal yang perlu dipahami mengenai inovasi, karena pada saat muncul fenomena berkaitan dengan perubahan system produksi dimana inovasi seringkali dikatakan bukan technology push atau demand pull secara “ hitam-putih” yang tegas namun lebih merupakan proses diantaranya dan kombinasi keduanya&lt;br /&gt;Walaupun inovasi muncul sebagai event yang mengubah sesuatu secara signifikan inovasi bukan merupakan kejadian sesaat dan/atau tidak terjadi atau muncul dengan sendirinya tetapi inovasi merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis (dan adakalanya terkesan sporadis) yang sering menunjukkan paradoks. Walaupun inovasi didorong oleh kompetisi (persaingan), inovasi tidak berkembang tanpa kerjasama (co-operation), adakalanya bahkan antara perusahaan yang saling bersaing. Inovasi tak lagi semata hanya bergantung pada bagaimana perusahaan, perguruan tinggi dan para pembuat kebijakan bekerja, namun pada bagaimana mereka bekerjasama&lt;br /&gt;Dalam menciptakan produk berkualitas dan bersifat inovatif merupakan salah satu bentuk apresiasi perbaikan produk berkelanjutan, hal ini sebagai proses pengembangan produk yang terfokus pada konsumen. Oleh karena itu kualitas produk dan pengelolaannya dikaitkan dengan perbaikan berkelanjutan dilakukan oleh banyak perusahaan agar dapat mendorong peningkatan pasar dan memenangkan persaingan.&lt;br /&gt;Untuk itu QFD ( Quality Function Deployment ) yaitu pengembangan produk dengan sistem penyebaran fungsi kualitas. Adalah metode dalam menggerakan hati nurani konsumen untuk merasa bahwa kebutuhan mereka sudah tersedia, dan imbal balik yang akan diambil dari nilai ini adalah sikap fanatis terhadap produk unggulan yang berorientasi Quality Function Deployment. Maka imbas terbesar dari fanatisme konsumen akan produk yang dibutuhkan pastilah dampak nilai komersial yang akan dihasilkan perusahaan.&lt;br /&gt;Dalam memenangkan persaingan maka perusahaan tidak hanya tergantung pada peningkatan kualitas dan inovasi saja tapi juga memerlukan panduan manajemen yang baik untuk membuat sebuah perusahaan menjadi unggul, ekselen, atau kelas dunia maka dengan menggunakan panduan manajemen terbaik yaitu Malcom Baldrige Criteria for Performance Excelence ( MBCFPE ) diharapkan perusahaan mampu meraih Sertifikasi Performance Excelence yang berbasis MBNQA Criteria &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT ( QFD )&lt;br /&gt;Quality Function Deployment ( QFD ) berasal dari bahasa Jepang Hin Shitsu Ki No Ten Kai, Hin Shitsu berarti kualitas, atribut atau feature ( Keistimewaan ) Ki No berarti fungsi atau mekanisme, dan Ten Kai, berarti penyebaran, difusi, pengembangan atau evolusi. QFD diteliti dan dikembangkan di Jepang pada permulaan tahun 1960-an oleh Profesor Shigeru Mizuno dan Yoji Akao, QFD mulai diperkenalkan di Amerika dan Eropa pada tahun 1983 dengan mengundang Yoji Akao untuk memberikan seminar di Chicago. Sampai saat ini QFD menimbulkan ketertarikan yang kuat di seluruh dunia dan menyebabkan timbulnya aplikasi baru.&lt;br /&gt;Quality Function Deployment merupakan metodologi untuk menstrukturkan sistematika proses perencanaan dan pengembangan produk sehingga keinginan dan kebutuhan pelanggan dapat ditentukan dengan jelas, kemudian untuk mengevaluasi secara sistematik kemampuan produk/jasa yang telah ada dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut. ( Lou Cohen , 1995)&lt;br /&gt;Quality Function Deployment didefinisikan oleh Uselac ( 1995 ) sebagai : “Suatu praktek untuk mendesain proses-proses dalam suatu perusahaan untuk memberikan tanggapan kepada kebutuhan para konsumennya”.&lt;br /&gt;Menurut MN. Nasution (2005) didefinisikan “Suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan itu kedalam kebutuhan teknis yang relevan, dimana masing-masing area fungsional dan tingkat organisasi dapat mengerti dan bertindak.”&lt;br /&gt;Dari pendapat para pakar tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa Quality Function Deployment adalah sebagai suatu metode yang digunakan untuk merencanakan dan pengembangan produk yang berstruktur yang memungkinkan tim pengembang untuk menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen dengan jelas, dan mengevaluasi setiap produk yang diinginkan atau juga kapasitas pelayanan yang diberikan secara sistematis.&lt;br /&gt;2.1 Manfaat Quality Function Deployment&lt;br /&gt;Beberapa manfaat dari penerapan Quality Function Deployment&lt;br /&gt;1. Meningkatkan keandalan produk&lt;br /&gt;2. Meningkatkan kualitas produk&lt;br /&gt;3. Meningkatkan kepuasan pelanggan&lt;br /&gt;4. Memperpendek time to market&lt;br /&gt;5. Mereduksi biaya perancangan&lt;br /&gt;6. Meningkatkan komunikasi&lt;br /&gt;7. Meningkatkan produktivitas&lt;br /&gt;8. Meningkatkan keuntungan perusahaan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.2 Struktur Quality Function Deployment&lt;br /&gt;Struktur Quality Function Deployment adalah House of Quality (Rumah Kualitas) adalah sebuah pembentukan matriks perencanaan produk. Matrik ini terdiri dari beberapa ruang. Adapun contoh rumah kualitas dalam bentuk jadi dapat dilihat pada gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7jUNCWypI/AAAAAAAAACw/rTLVMFSDHpg/s1600-h/HoQ.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331948945089677970" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 247px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7jUNCWypI/AAAAAAAAACw/rTLVMFSDHpg/s320/HoQ.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Gambar 2.1 : House of Quality &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.3 Tahap Perencanaan dan Persiapan&lt;br /&gt;Tahap ini merupakan persiapan dalam melakukan dan mengimplementasikan QFD. Adapun topik kuncinya meliputi: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Menetapkan dukungan dari seluruh organisasi: Dukungan ini haruslah berasal dari pihak manajemen, fungsional, serta anggota team QFD yang terdiri dari berbagai skill. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Menentukan keuntungan yang mungkin didapat: beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh tim QFD antara lain untuk: 1) mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, 2) mengembangkan visi anggota tim secara umum dari suatu produk, mendokumentasikan seluruh keputusan dan asumsi-asumsi selama interpretasi secara ringkas dalam bentuk house of quality, 3) meminimalkan resiko pengulangan di tengah proyek, dan 4) mempercepat perancangan produk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Memutuskan siapa konsumennya: Disini didefinisikan secara jelas siapa konsumennya, mengidentifikasi semua konsumen yang potensial, serta mengidentifikasi konsumen kunci. Untuk mengidentifikasi konsumen kunci ada beberapa cara: 1). Setiap orang langsung setuju, 2). Metode matrik prioritas, 3). Metode AHP &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Menetapkan horizon waktu: Horison waktu perlu didefinisikan secara jelas dalam proses QFD untuk membantu menjaga perencanaan yang realistis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Memutuskan cakupan produk: Cakupan ini berguna untuk mendefinisikan apa-apa saja yang ada di dalam dan apa saja yang tidak ada dalam pembahasan QFD. Dengan adanya cakupan ini akan membantu anggota team untuk mengabaikan data yang tidak relevan dan memperhatikan semua ide-ide dan data yang relevan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Memutuskan team dan hubungannya dengan organisasi: Team QFD yang ideal seharusnya mencakup semua perwakilan dari semua fungsi yang ada dalam perusahaan yang meliputi sales&amp;amp;marketing, product design, supplier/purchasing, manufacturing engineering, manufacturing production, order processing dan service. Hal ini penting untuk kesuksesan dalam perancangan produk karena semua fungsi terlibat didalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;7. Membuat jadwal pelatihan QFD &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;8. Melengkapi fasilitas dan materialnya: Selama melakukan proses QFD diperlukan beberapa fasilitas dan material yang akan mendukungnya yang meliputi: Lokasi, ruangan, bantuan komputer, dan material pendukung yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.4 Tahap pengumpulan Voice of customer&lt;br /&gt;Pada tahap ini akan dilakukan survey untuk memperoleh suara pelanggan yang tentu membutuhkan waktu dan ketrampilan untuk mendengarkan. Proses QFD membutuhkan data konsumen yang ditulis sebagai atribut-atribut dari suatu produk atau jasa. Tiap atribut mempunyai data numerik yang berkaitan dengan kepentingan relatif atribut bagi konsumen dan tingkat performansi kepuasan konsumen dari produk yang dibuat berdasarkan atribut tadi.&lt;br /&gt;Data dari konsumen dapat menunjukkan variasi pola hubungan yang mungkin tergantung bagaimana performansi kepuasan atribut dikumpulkan. Interpretasi data ini harus memperhitungkan apakah pelanggan yang di-survey menggunakan satu atau beberapa produk dan apakah sampel pelanggan terdiri atas seluruh pelanggan dari berbagai tipe atau segmen. Langkah-langkah pada tahap ini secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Mengklasifikasi kebutuhan pelanggan:Model klien menggunakan revealed importance dan stated importance tiap atribut untuk mengklasifikasikan kebutuhan pelanggan menjadi 4 katagori:&lt;br /&gt;a. Kebutuhan yang diharapkan (expected needs): High stated importance dan Low revealed importance.&lt;br /&gt;b. Kebutuhan impact rendah (low-impat needs): Low stated importance dan Low revealed importance.&lt;br /&gt;c. Kebutuhan impact tinggi (high-impact needs): High stated importance dan High revealed importance.&lt;br /&gt;d. Kebutuhan yang tersembunyi (hidden needs): Low stated importance dan High revealed importance. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Mengumpulkan data-data kualitatif&lt;br /&gt;Untuk membuat keputusan perancangan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen maka produsen harus mengerti kebutuhan sesungguhnya dari konsumen. Produsen harus bisa membedakan kebutuhan konsumen sesungguhnya dengan solusi teknisnya. Untuk megumpulkan data kualitatif bisa dilakukan dengan: 1) Wawancara satu persatu, 2) Contexual Inquiry, dan 3) Wawancara focus grup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Analisa data pelanggan&lt;br /&gt;Proses analisa data pelanggan ini akan menghasilkan diagram afinitas, dimana langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Identifikasi frase yang mewakili kebutuhan konsumen dengan menggunakan pernyataan dari pengalaman konkrit. Pada proses pembuatan diagram afinitas pernyataan konkrit ini dikembangkan menjadi atribut konsumen pada tingkat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;b. Pilih tingkatan untuk mewakili keinginan atau kebutuhan konsumen dalam rumah kualitas (house of quality).&lt;br /&gt;c. Buat diagram Afinitas. Diagram afinitas merupakan alat yang digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang bersifat kualitatif dan terstruktur secara hierarkis (bottom up).&lt;br /&gt;d. Mengurutkan frase-frase menjadi kebutuhan konsumen sesungguhnya (true customer need) menggunakan voice of customer table. Selama proses ini dikembangkan pertanyaan-pertanyaan, hal-hal yang harus dipecahkan dan ide-ide konsep produk. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Kuantifikasi data&lt;br /&gt;Setelah diagram afinitas terbentuk maka langkah selanjutnya adalah mengkuantifikasi data. Data yang dibutuhkan untuk proses QFD adalah:&lt;br /&gt;a. Kepentingan relatif dari kebutuhan-kebutuhan tersebut&lt;br /&gt;b. Tingkat performansi kepuasan konsumen untuk masing-masing kebutuhan/keinginan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Afinity diagram&lt;br /&gt;Dalam proses QFD, kebutuhan/keinginan konsumen diatur dalam diagram afinitas. Diagram afinitas digunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisir fakta-fakta, opini dan ide-ide. Disamping itu juga memacu kreativitas yang mendorong ekspresi batas dari fakta dan opini serta kondisi perusahaan, mengelompokkan elemen-elemen informasi tersebut sesuai dengan kesamaan dan pertaliannya. Konstruksi diagram afinitas membutuhkan bentuk brainstorming dengan hasil sebuah grafik. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan dalam pembuatan diagram afinitas adalah:&lt;br /&gt;a. Memilih tema/tujuan yang mungkin ditekankan sebagai masalah&lt;br /&gt;b. Mengumpulkan ide-ide (true customer needs) dan memasukkannya kedalam kartu-kartu dan disosialisasikan kepada seluruh anggota tim.&lt;br /&gt;c. Mengelompokkan kartu-kartu ke suatu kotak berdasarkan kesesuaian ide. Pada langkah ini mungkin saja suatu ide tidak hanya masuk kedalam suatu kotak, tetapi juga masuk ke kotak-kotak lainnya tergantung tingkat kesesuaian terhadap pengelompokkan ide.&lt;br /&gt;d. Proses sorting, dimana melakukan sorting pada langkah ketiga sehingga ide-ide benar-benar masuk pada kelompok yang sesuai.&lt;br /&gt;e. Membuat nama bagi pengelompokkan ide yang telah didapat yang mewakili elemen-elemen pada suatu kelompok.&lt;br /&gt;f. Melakukan leveling terhadap setiap kelompok sehingga diperoleh level mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.5 Tahap penyusunan home of quality&lt;br /&gt;Menurut Cohen (1992) tahap-tahap dalam menyusun rumah kualitas adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Tahap I Matrik Kebutuhan Pelanggan, tahap ini meliputi: 1) Memutuskan siapa pelanggan, 2) Mengumpulkan data kualitatif berupa keinginan dan kebutuhan konsumen, 3) Menyusun keinginan dan kebutuhan tersebut, dan 4) Pembuatan diagram afinitas &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Tahap II Matrik Perencanaan, tahap ini bertujuan untuk mengukur kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan menetapkan tujuan-tujuan performansi kepuasan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Tahap III Respon Teknis, pada tahap ini dilakukan transformasi dari kebutuhan-kebutuhan konsumen yang bersifat non teknis menjadi data yang besifat teknis guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Tahap IV Menentukan Hubungan Respon Teknis dengan Kebutuhan Konsumen. Tahap ini menentukan seberapa kuat hubungan antara respon teknis (tahap 3) dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan (tahap 1). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5. Tahap V Korelasi Teknis, tahap ini memetakan hubungan dan kepentingan antara karakterisitik kualitas pengganti atau respon teknis. Sehingga dapat dilihat apabila suatu respon teknis yang satu dipengaruhi atau mempengaruhi respon teknis lainnya dalam proses produksi, dan dapat diusahakan agar tidak terjadi bottleneck. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;6. Tahap IV Benchmarking dan Penetapan Target, pada tahap ini perusahaan perlu menentukan respon teknis mana yang ingin dikonsentrasikan dan bagaimana jika dibandingkan oleh produk sejenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6 Tahap analisa dan interpretasi&lt;br /&gt;Tahap analisa dan interpretasi merupakan tahap teknis dan implementasi quality function deployment. Disini dilakukan analisis dan interpretasi terhadap rumah kualitas yang sudah disusun pada tahap sebelumnya. Dan bila dilanjutkan pada pembuatan suatu produk/jasa, maka akan dapat dihasilkan produk/jasa yang mempunyai karakteristik yang kuat dalam memenuhi keinginan konsumen, sehingga factor kualitas maupun unsur inovatif terpenuhi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. MALCOLM BALDRIGE NATIONAL QUALITY AWARD ( MBNQA )&lt;br /&gt;Metode QFD telah membawa dampak yang luar biasa dalam peningkatan kualitas produk yang akhirnya bermuara pada peningkatan performance perusahaan, Sejarah telah membuktikan bahwa kemenangan dalam persaingan hanya bisa diperoleh oleh perusahaan-perusahaan ekselen (Excellence Company)&lt;br /&gt;Pada era 70-an hingga awal 80-an pasar Amerika diserbu produk industry Jepang yang tadinya dianggap produk kelas dua, pelan tapi pasti Jepang berhasil “mencuri” pasar Amerika bahkan seiiring waktu Jepang tidak hanya “mencuri” tapi merebut pangsa pasar Amerika,&lt;br /&gt;Dibalik keberhasilan Jepang ternyata arsitek manajemen yang tenyata adalah orang Amerika sendiri, yaitu Edward Deming dan Joseph M Juran, mereka memperkenalkan Pengendalian kualitas menggunakan diagram control, Teknik sampling statistic dan analisis Ekonomi modern kepada para manajer Jepang setelah PD II. Perusahaan Jepang kemudian memperkenalakn Konsep QCC dan TQM, kemudian konsep TQM disempurnakan dengan memasukan prinsip Kaizen, yaitu program perbaikan sepanjang waktu&lt;br /&gt;Pada awal tahun 80-an masyarakat Amerika mulai resah hingga tahun 1982 dibentuklah Dewan Penasehat mutu ASQC ( Pusat Produktifitas Amerika ), tahun berikutnya diadakan konferensi yang membahas tentang penghargaan yang sama dengan Deming Prize yang ada di Jepang&lt;br /&gt;Tahun 1986 dajukan usulan Undang-undang ( Bill 5321 ) tentang National Improvement Award.dan tanggal 20 Agustus 1987, presiden Ronald Reagent menanda tangani MBNQA menjadi undang-undang.&lt;br /&gt;Dengan disahkannya undang-undang MBNQA diharapkan perusahan-perusahan di Amerika dapat menghambat laju pemasaran produk Jepang dan menjadi perusahaan unggul atau kelas dunia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7jpYNGdDI/AAAAAAAAAC4/_OCTDUJ5lxo/s1600-h/strategi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331949308864787506" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 223px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7jpYNGdDI/AAAAAAAAAC4/_OCTDUJ5lxo/s320/strategi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Gambar 3.1 Strategi menuju kelas dunia &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.1 Kriteria MBNQA&lt;br /&gt;Sejak dimulainya pemberian penghargaan tahun 1988. Bladrige National Quality Program telah berkembang luar biasa. Kriteria Baldrige berperan penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh, mengadakan peningkatan secara terus menerus demi kepuasan pelanggan untuk mencapai keberhasilan di pasar dan membantu perusahaan dalam meningkatkan daya saing dengan menitikberatkan sasaran yang berorientasi pada hasil . Kriteria MBNQA meliputi tujuh sasaran yaitu :&lt;br /&gt;1. Leadership&lt;br /&gt;2. Strategic Planning&lt;br /&gt;3. Customer &amp;amp; Market focus&lt;br /&gt;4. Information &amp;amp; Analysis&lt;br /&gt;5. Human Resources Focus&lt;br /&gt;6. Process Management&lt;br /&gt;7. Business Results &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.2 Tujuan Kriteria MBNQA&lt;br /&gt;Kriteria MBNQA dapat digunakan sebagai basis untuk self-assesment, mendapatkan penghargaan, dan untuk mendapat umpan balik. Juga mempunyai tiga peran penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Meningkatkan kinerja, kemampuan dan hasil-hasil suatu organisasi.&lt;br /&gt;2. Memfasilitasi dan sebagai sarana tukar informasi terhadap praktisi terbaik dibidangnya.&lt;br /&gt;3. Sebagai working tool untuk memahami, mengelola kinerja dan panduan dalam perencanaan dan pembelajaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.3 Manfaat Penerapan MBNQA&lt;br /&gt;Kelebihan Kriteria Baldrige bukan hanya menjamin berlangsungnya Continuous Improvementt, namun lebih dari itu mendorong perusahaan untuk menjadi yang terbaik. Dalam criteria Baldrige kinerja sebuah perusahaan bisa dibandingkan dengan kinerja perusahaan lain yang sejenis berdasarkan skor ( nilai ) yang diperoleh. Penilaian dilakukan lembaga yang kredibel dengan metode yang juga kredibel.Penerapan MBNQA mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Menillai Progress menuju World Class.&lt;br /&gt;2. Membantu memberikan arahan&lt;br /&gt;3. Menentukan area-area yang harus diperbaiki&lt;br /&gt;4. Menentukan kekuatan-kekuatan yang sudah dimiliki&lt;br /&gt;5. Menyiapkan perencanaan menyeluruh&lt;br /&gt;6. Improvement&lt;br /&gt;7. Perolehan Award &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.4 Core Values and Concepts&lt;br /&gt;Kriteria MBNQA dibangun atas seperangkat Nilai-nilai Dasar dan Konsep. Semuanya merupakan fondasi untuk mengintegrasikan persyaratan kunci usaha yang berorientasi kepada hasil-hasil. Nilai-nilai dan konsep ini merupakan ciri-ciri dari tingkah laku yang melekat yang ditemukan pada organisasi-organisasi berkinerja tinggi, yang meliputi :&lt;br /&gt;1. Visionary Leadership&lt;br /&gt;2. Customer-driven Excellence&lt;br /&gt;3. Organizational and Personal Learning&lt;br /&gt;4. Valuing Employees and Partners&lt;br /&gt;5. Agility&lt;br /&gt;6. Focus on the Future&lt;br /&gt;7. Managing for Innovation&lt;br /&gt;8. Management by Fact&lt;br /&gt;9. Social Responsibility&lt;br /&gt;10. Focus on Results and Creating Value&lt;br /&gt;11. Systems Perspective &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.5 Dimensi yang dinilai dalam MBNQA&lt;br /&gt;Dari ke tujuh criteria dalam MBNQA dan dikaitkan dengan Core Values and Concepts maka ada beberapa dimensi penilaian dari MBNQA, yaitu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Pendekatan (Approach)&lt;br /&gt;Menilai pendekatan dalam pemenuhan persyaratan :&lt;br /&gt;a. Kesesuaian , kecocokan alat, teknik, metode&lt;br /&gt;b. Kefektifan metode, dilihat derajatnya : sistematis, terintegrasi, konsistensi implementasi, evaluasi, siklus pembelajaran/perbaikan&lt;br /&gt;c. Bukti adanya inovasi dalam pendekatan sesuai tipe bisnis &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Penyebarluasan (Deployment)&lt;br /&gt;Menilai seberapa luas pendekatan terhadap semua aktifitas, area yang relevan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Kecocokan dan kefektifan aflikasi :&lt;br /&gt;b. Dengan produk/jasa&lt;br /&gt;c. Semua transaksi dan interaksi dengan pelanggan, pemasok, karyawan.&lt;br /&gt;d. Semua proses internal, kegiatan, fasilitas, karyawan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Hasil-hasil (Result)&lt;br /&gt;Menilai hasil/dampak atas pencapaian tujuan yang dipersyaratkan :&lt;br /&gt;a. Kinerja pada saat ini dan kecenderungannya&lt;br /&gt;b. Perbandingan dan/atau benchmark terhadap yang sesuai&lt;br /&gt;c. Tingkat, luasan, dan kepentingan peningkatan kinerja&lt;br /&gt;d. Menunjukkan adanya peningkatan/mempertahankan kinerja yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.6 Kerangka Kriteria Baldrige&lt;br /&gt;Adapun kerangka Kriteria Baldrige secara prespektif dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7ka8GZsLI/AAAAAAAAADA/ddQaq7rMP2M/s1600-h/system+prespective.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331950160313954482" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 181px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7ka8GZsLI/AAAAAAAAADA/ddQaq7rMP2M/s320/system+prespective.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Gambar 3.2 Systems Perspective &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. PENCAPAIAN PERFORMANCE EXCELLENCE BASED ON MBNQA&lt;br /&gt;Pengembangan produk merupakan suatu aktifitas yang besifat pasti sesuai dengan permintaan pasar yang sering berubah berdasarkan keinginan konsumen sertta motivasi untuk melaksanakan inovasi yang bertujuan mengantisipasi persaingan yang semakin ketat karena inovasi dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan dan/atau pemanfaatan / mobilisasi pengetahuan, ketrampilan ( termasuk ketrampilan teknologis ) dan pengalaman untuk menciptakan ( memperbaiki ) produk barang atau jasa, proses system baru yang memberikan nilai yang signifikan.&lt;br /&gt;Pandangan tentang inovasi berkembang dari waktu kewaktu. Pemahaman sebagai “ proses sekuensial-linier” sampai mendominasi dimasa lampau. Dorongan bahwa hasil temuan ( invention / discovery / technical novelty ) merupakan sumber dan bentuk inovasi sebagai sekuen ( urut-urutan ) dimulai dari rangkaian dasar, riset terapan, litbang, manufaktur, hingga distribusi ( sering disebut Technology push ). Kemudian pandangan selanjutnya bahwa perubahan kebutuhan permintaan menjadi pemicu dari inovasi ( sering disebut demand pull ) berkembang pada periode berikutnya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7k1tumiaI/AAAAAAAAADI/8Hxu4mg-Hqw/s1600-h/evolusi+perspective.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331950620312504738" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7k1tumiaI/AAAAAAAAADI/8Hxu4mg-Hqw/s320/evolusi+perspective.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4.1: Evolusi Perspektif tentang inovasi &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun pandangan tentang “sekuensial linier” push atau pull ( sering disebut pipeline linear model ) demikian disadari tidak sepenuhnya benar. Bahwa dalam sebagaian besar praktiknya inovasi lebih merupakan proses interaktif dan iterative, proses pembelajaran ( learning process ) yang merupakan bagian penting dalam proses social. Artinya, semakin dipahami bahwa inovasi pada umumnya tidak terjadi dalam situasi yang terisolasi. Model ini sering disebut dengan model feedback-loop atau chain-link atau model inovasi interatif atau non linier &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7lM0IVC-I/AAAAAAAAADQ/LlVr9yPx8lY/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331951017168014306" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7lM0IVC-I/AAAAAAAAADQ/LlVr9yPx8lY/s320/Untitled-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4.2 : Model Inovasi Chain-link &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tentang inovasi tersebut maka dapat dikatakan bahwa suatu pengembangan produk yang inovatif adalah produk yang berbasis keingginan konsumen ( voice of custumer ), sehingga produk yang diciptakan merupakan produk yang diharapkan oleh konsumen. metode QFD mengimplementasi hal tersebut dan metode QFD sendiri merupakan salah satu upaya yang terdifinitif&lt;br /&gt;Dalam pengembangan produk harus melibatkan seluruh elemen dalam perusahaan untuk melakukan komitmen dalam peningkatan kualitas atau Total Quality Management ( TQM ) adapun kategori komitmen ( Category purposes ) meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1 Menyediakan Kerangka Kerja Sistem Manajemen Mutu Terpadu ( Plan )&lt;br /&gt;1. Membantu mencapai konsensus terhadap apa yang dibutuhkan untuk dilakukan&lt;br /&gt;2. Membantu integrasi beragam upaya usaha dan manajemen mutu&lt;br /&gt;3. Kriteria komprehensif, dapat diaplikasikan ke seluruh unit dan bagian diperusahaan, berdasarkan input dan tinjauan dari ratusan pakar, dan terus menerus ditingkatkan berdasarkan pengalaman &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. Membantu mendidik manajemen puncak lainnya terhadap apa yang dibutuhkan untuk sistem Manajemen Mutu Terpadu&lt;br /&gt;5. Menghemat pengembangan kinerja internal &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.2 Evaluasi Diri (Check)&lt;br /&gt;1. Menyediakan poenilaian yang obyektif, dipercaya dan diterima secara nasional (US), kriteria tertulis&lt;br /&gt;2. Penialaian berdasarkan perbandingan keluar (benchmark) yang dapat diaplikasikan&lt;br /&gt;3. Tersedianya penilaian training&lt;br /&gt;4. Proses penilaian dan pelatihan meminimalkan terjadinya penyimpangan yang dikarenakan individu melakukan penilaian&lt;br /&gt;5. Penialaian memandu umpan balik yang berguna untuk perbaikan&lt;br /&gt;6. Menyediakan mengukur kemajuan terhadap waktu yang mana dapat dibenchmark secara internal dan eksternal&lt;br /&gt;7. Penialain dilakukan dalam bisnis daripada konteks akademik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.3 Meningkatkan Sistem mutu Perusahaan&lt;br /&gt;1. Peningkatan fokus terhadap suatu hal yang paling banyak membutuhkan&lt;br /&gt;2. Promosi berbagi hal yang baik, pendekatan efektif dalam perusahaan dan di antara perusahaan-perusahaan&lt;br /&gt;3. Dapat digunakan untuk mengakui kemajuan dan tingkat penguasaan melalui penghargaan internal, dan diumumkan&lt;br /&gt;4. Dapat mengarahkan proses peningkatan berkesinambungan daripada peningkatan sekali saja&lt;br /&gt;5. Menyediakan suatu kompetisi (contest) untuk mencari jalan keluar dan belajar pendekatan dari “Kelas Dunia”&lt;br /&gt;Dengan demikian melihat proses urutan pengembangan produk yang inovatif dengan metode Quality Function Deployment ( QFD ) apabila dilakukan dengan konsekuen maka perusahan siap untuk dilakukan audit eksternal dengan tujuh criteria dengan nilai total minimal 400 poin untuk mendapatkan sertifikasi Industrial Criteria for Performance Excellence based on MBNQA criteria dari ASQC &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Dari paparan yang telah disampaikan maka dapat disimpulkan sebagai berikut&lt;br /&gt;1. Inovasi tidak saja menyangkut tidak saja menyangkut kreatifitas gagasan namun juga berkaitan dengan potensi nilai komersial, ekonomi dan / atau sosial. Untuk menekankan perbedaannya dari pembaruan/perbaikan yang sekedar “ kreativitas biasa” ( dalam arti tidak memberikan manfaat atau dampak nyata ), beberapa pihak terkadang menyebut “inovasi yang diadopsi” atau terbukti “berhasil” secara komersial/ekonomi sebagai inovasi produktif ( productive innovation )&lt;br /&gt;2. Metode Quality Function Deployment ( QFD ) merupakan salah satu uapay untuk mendukung terciptanya produk yang berbasis inovasi tidak sekedar sebagai productive innovation tetapi mempunyai manfaat atau dampak nyata, karena pengembangan produk didasarkan dari keinginan konsumen ( voice of costumer )&lt;br /&gt;3. Proses pengembangan produk bisa diwujudkan apabila ada komitmen dari semua elemen manajemen perusahaan ( Total Quality Management ) sebagai persiapan pelaksanaan audit eksternal dengan tujuh criteria untuk mendapatkan sertifikasi Industrial Criteria for Performance Excellence based on MBNQA criteria dari ASQC&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan dalam proses pencapaian sertifikasi Industrial Criteria for Performance Excellence based on MBNQA criteria dari ASQC terdapat beberapa kendala, yang harus dipikirkan oleh perusahaan untuk itu disarankan agar dicarikan solusinya, adapun kendala-kendala yang sering muncul adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Waktu yang dibutuhkan dalam menyususn Profil Organisasi yang mengacu kepada kriteria&lt;br /&gt;2. Takut akan penilaian (fear of assessment)&lt;br /&gt;3. Kurangnya para penilai yang terampil (lack of examiners trained)&lt;br /&gt;4. Kecilnya pengakuan (lack of recognitioned)&lt;br /&gt;5. Tidak yakin bagaimana kriteria penghargaan dan penilaian sesuai dengan manajemen mutu dan upaya perencanaan bisnis yang dipakai sekarang ( I am doing OK)&lt;br /&gt;6. Kurangnya komitmen untuk menggunakan hasil-hasil untuk peningkatan (lack of commitment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;Chris Denove dan James D. 2007, Power IV, “Satisfaction”, PT Gramedia, Jakarta&lt;br /&gt;Cohen, Lou ,1995. Quality Function Deployment : How To Make QFD work for you. Addison – Wisley Publishing Company, INC.&lt;br /&gt;Dale, GB, 1994 “ManagingQuality, Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall International Inc.&lt;br /&gt;Ferry Suzantho, 2008 “Excellence Performance Measurement Using MBNQA Criteria Lembaga Teknik dan Manajemen Industri : ITB Bandung&lt;br /&gt;Fiegenbaum. A.V. 1991, “Total Quality Control, Third Edition Revised”, McGraw-Hill Book Companies&lt;br /&gt;Goetsch dan Davis ,1997, “Introduction to Total Quality: Quality, Productivity and Competitiveness”, Englewood cliffs, New jersey; Prentice HallInt. Inc.&lt;br /&gt;ISO ( 1994 ), ISO 9001 : “Quality System: Model for Quality Assurance in Design, Development, Production, Installation and Servicing, Guideline Switzerland: ISO&lt;br /&gt;Juran, J.M. and Gryna, F.M. 1991, Quality Planning and Analysis, Third Edition), McGraw-Hill Book Companies&lt;br /&gt;MN Nasution, 2005, “Manajemen Mutu Terpadu”, Total Quality Manajemen” Ghalia Indonesia, Bogor&lt;br /&gt;Ranupandoyo, Hejarkhman, 1991, “ Manajemen Produksi” FE, UGM, Yogyakarta&lt;br /&gt;Tatang A Taufik 1991, “ Meningkatan peran Perguruan Tinggi dalam memperkuat system inovasi” Orasi Ilmiah, STT Wastukancan,&lt;br /&gt;Usellac,S, 1995. “ Zen Leadership : The Human Side of Total Quality Team Management”, Ohio: Mohican&lt;br /&gt;Vivianne Bouchereau and Hefin Rowlands, 2000, Metods and techniques to help quqlity function deployment ( QFD ), Benchmarking An International Journal, Vol. 7 No. 1, pp 8-9, MCB University Press, 1463-5771&lt;br /&gt;Vincent Gaspersz , 2000, Sekilas perjalanan pemenang MBNQA, Lean Six Sigma Blackbelt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/789863118189200498-4202168542391314975?l=roda-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/feeds/4202168542391314975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/uji-coba.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4202168542391314975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/789863118189200498/posts/default/4202168542391314975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://roda-ilmu.blogspot.com/2009/05/uji-coba.html' title='ARTIKEL INOVASI PRODUK:'/><author><name>rusdiyantoro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05522543638258288948</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7R5ppDuOI/AAAAAAAAAB4/aNYyJjjZURQ/S220/rusdi+2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zj-miS2u5LA/Sf7jUNCWypI/AAAAAAAAACw/rTLVMFSDHpg/s72-c/HoQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
